KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan di tengah semakin luasnya penggunaan pembayaran digital. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi QRIS pada Juli 2026 tumbuh 82,42% secara tahunan. Pertumbuhan transaksi QRIS juga tercermin pada kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Hingga Juli 2026, jumlah transaksi QRIS BTN mencapai 102 juta transaksi, tumbuh 158% secara tahunan. Volume transaksi sekitar Rp 9,11 triliun atau tumbuh 140% secara year on year (yoy). Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, pertumbuhan transaksi tersebut turut didukung oleh perluasan jaringan merchant. "Saat ini BTN memiliki sekitar 354.000 merchant QRIS, tumbuh 103% yoy. Merchant tersebut tersebar di berbagai segmen usaha, dengan grocery, minimarket, food and beverages (F&B), serta fashion menjadi kontributor terbesar transaksi QRIS BTN," ujar Thomas kepada Kontan, Senin, (1/9/2026). Baca Juga: Klaim Asuransi Asei Tembus Rp 522 Miliar, Ini Dampaknya ke Laba Perusahaan Thomas mengatakan, fee based income dari QRIS turut berkontribusi terhadap total fee based income digital BTN. Per Juli 2026, saldo merchant dalam ekosistem BTN mencapai sekitar Rp 4,3 triliun. Pertumbuhan ini menjadi salah satu kontributor positif terhadap pertumbuhan CASA BTN. Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat per Juni 2026 telah melayani total 585.000 merchant dengan Rp 62,1 juta transaksi dan volume mencapai Rp 4,1 triliun. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan penguatan digital turut memperbesar ekosistem bisnis perseroan. Ekosistem ini turut memperkuat posisi BSI sebagai pemimpin bank syariah nasional dengan layanan yang lengkap, modern, dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat. "Ke depan, fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Transaksi QRIS BTN Melesat 158% Menjadi 102 Juta Transaksi Hingga Juli 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan di tengah semakin luasnya penggunaan pembayaran digital. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi QRIS pada Juli 2026 tumbuh 82,42% secara tahunan. Pertumbuhan transaksi QRIS juga tercermin pada kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Hingga Juli 2026, jumlah transaksi QRIS BTN mencapai 102 juta transaksi, tumbuh 158% secara tahunan. Volume transaksi sekitar Rp 9,11 triliun atau tumbuh 140% secara year on year (yoy). Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, pertumbuhan transaksi tersebut turut didukung oleh perluasan jaringan merchant. "Saat ini BTN memiliki sekitar 354.000 merchant QRIS, tumbuh 103% yoy. Merchant tersebut tersebar di berbagai segmen usaha, dengan grocery, minimarket, food and beverages (F&B), serta fashion menjadi kontributor terbesar transaksi QRIS BTN," ujar Thomas kepada Kontan, Senin, (1/9/2026). Baca Juga: Klaim Asuransi Asei Tembus Rp 522 Miliar, Ini Dampaknya ke Laba Perusahaan Thomas mengatakan, fee based income dari QRIS turut berkontribusi terhadap total fee based income digital BTN. Per Juli 2026, saldo merchant dalam ekosistem BTN mencapai sekitar Rp 4,3 triliun. Pertumbuhan ini menjadi salah satu kontributor positif terhadap pertumbuhan CASA BTN. Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat per Juni 2026 telah melayani total 585.000 merchant dengan Rp 62,1 juta transaksi dan volume mencapai Rp 4,1 triliun. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan penguatan digital turut memperbesar ekosistem bisnis perseroan. Ekosistem ini turut memperkuat posisi BSI sebagai pemimpin bank syariah nasional dengan layanan yang lengkap, modern, dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat. "Ke depan, fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
TAG: