KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Kinerja QRIS PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih konsisten mencatatkan pertumbuhan tiga digit di kuartal I-2026. Dengan capaian ini, bank optimistis target kinerja pada akhir tahun nanti bakal tercapai. Hingga Maret 2026, frekuensi transaksi BTN melonjak 151% secara tahunan (
year-on-year/YoY) dan nilainya tumbuh 130% yoy menjadi Rp 3,43 triliun. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyebut, capaian ini pada dasarnya menunjukkan relevansi QRIS yang kian kuat bagi masyarakat. “Bagi kami, pertumbuhan ini bukan hanya menunjukkan peningkatan transaksi, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya perubahan perilaku nasabah menuju transaksi digital yang lebih praktis, cepat, dan aman,” jelas Thomas kepada Kontan, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Tumbuh 52%, Pembiayaan Baru Adira Finance Capai Rp 11,9 Triliun pada Kuartal I-2026 Di luar itu, dampak tren positif ini terhadap kinerja keuangan bank juga melesat. Thomas menyebut,
fee based income dari transaksi QRIS BTN dalam periode ini pun tumbuh kisaran 148% yoy, memperkuat kontribusi
digital payment terhadap kinerja bank. Itu bisa dicapai berkat upaya BTN menyelaraskan diri dengan agenda perluasan QRIS oleh Bank Indonesia (BI). Saat ini, BTN telah menghadirkan berbagai kapabilitas QRIS, termasuk QRIS CPM dan QRIS Cross Border yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi di sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan, serta terakhir China. Pengembangan ini, lanjut Thomas, menjadi penting karena mobilitas nasabah semakin tinggi, dan kebutuhan transaksi lintas negara juga semakin besar, baik untuk perjalanan, pendidikan, bisnis, maupun aktivitas lifestyle. Selain itu, BTN turut memperluas jaringan merchant QRIS di berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel,
food and beverages, institusi pendidikan, rumah sakit, hingga merchant strategis lainnya. “Strategi ini kami arahkan agar QRIS BTN tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem transaksi harian nasabah,” ujar Thomas. BTN juga mempersiapkan pengembangan layanan baru seperti QRIS Tap dan QRIS Transfer untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah dan cepat bagi nasabah. Kemudian, BTN bakal terus mengintegrasikan QRIS dengan strategi besar Balé by BTN sebagai superapp dengan berbagai program di dalamnya.
Pun ke depannya, Thomas mengaku pihaknya melihat potensi pertumbuhan QRIS masih sangat besar seiring kian kuatnya adopsi pembayaran digital di masyarakat, meluasnya jaringan merchant, dan tingginya kebutuhan nasabah terhadap layanan transaksi yang cepat, aman, dan
seamless. BTN menargetkan transaksi QRIS dapat mencapai sekitar 124 juta transaksi hingga akhir 2026, atau tumbuh lebih dari 40% yoy. Dari sisi bisnis,
fee based income QRIS ditargetkan dapat mencapai lebih dari Rp 10 miliar pada akhir 2026. Thomas menegaskan, BTN melihat QRIS bukan hanya kanal pembayaran, tetapi merupakan salah satu pilar penting untuk memperkuat ekosistem digital bank, meningkatkan
customer experience, mendorong pertumbuhan transaksi Balé by BTN, serta memperbesar kontribusi
fee based income secara berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News