Transaksi QRIS Cashlez Worldwide Indonesia (CASH) meningkat 38% per bulan sejak April



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) ditutup menguat 4,24% pada perdagangan Jumat (25/9) ke level Rp 615. Emiten yang baru saja melantai pada Mei 2020 ini telah mencatatkan kenaikan harga saham 8,85% dalam tiga bulan terakhir, dan 2,5% dalam satu bulan terakhir. 

Di tengah menguatnya harga saham CASH, Presiden Direktur Cashlez Worldwide Indonesia Tee Teddy Setiawan mengatakan saat ini layanan CASH yang paling banyak digunakan adalah pembayaran QRIS yang disusul dengan kartu kredit dan debit transfer. "Untuk transaksi dengan QRIS ini rata-rata meningkat 38% per bulannya dari bulan April hingga Agustus 2020 kemarin," kata Teddy kepada Kontan.co.id, Jumat (25/9). 

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih merebak, lanjut Teddy, Cashlez fokus dalam financial partenrship dan produk. Untuk financial partnership ini Cashlez ingin memperluas kemitraan dengan mitra usaha, bank dan non-bank. Untuk produk, perusahaan startup ini tengah dalam pengembangan produk baru dan pengembangan produk yang telah ada. 


Baca Juga: Kerjasama Cashlez dan Vospay agar konsumen bisa nikmati cicilan tanpa tatap muka

Teddy juga mengakui bahwa pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah memberikan imbas pada Cashlez. Apalagi perekonomian dunia tengah lesu dan Indonesia dikabarkan akan memasuki masa resesi di kuartal III-2020 ini. Di tengah situasi sulit tersebut, CASH menargetkan tahun ini dapat meningkatkan pendapatan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. 

Adapun, pada tahun 2019 CASH mengantongi pendapatan sebesar Rp 16,61 miliar meningkat 87,9% secara tahunan (yoy) dari pendapatan di tahun 2018 yang sebesar Rp 8,84 miliar. Meski pendapatan meningkat, CASH masih membukukan rugi sebesar Rp 10,85 miliar, naik 123,25% yoy dari rugi bersih Rp 4,86 miliar di tahun 2018. 

Baca Juga: Cashlez dan Bank Commonwealth permudah UMKM mengakses permodalan online

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati