Transaksi QRIS Cross Border BCA Melonjak 186% pada Akhir 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat layanan pembayaran digital lintas negara melalui fitur QRIS Cross Border yang tersedia di aplikasi myBCA dan BCA mobile. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya BCA dalam memenuhi kebutuhan nasabah serta pelaku perbankan Indonesia yang bertransaksi di luar negeri, sejalan dengan inisiatif Bank Indonesia dalam mengimplementasikan transaksi QRIS lintas negara secara penuh.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa hingga Desember 2025, total volume transaksi QRIS Cross Border yang diproses melalui sistem BCA meningkat signifikan. Volume transaksi tercatat melonjak 185% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara nilai transaksi mencapai Rp632 miliar, tumbuh 148% secara tahunan (YoY).


“QRIS Cross Border telah mendukung kebutuhan nasabah yang beraktivitas di luar negeri, mulai dari transaksi ritel harian, transportasi, konsumsi, hingga pembayaran di sektor pariwisata dan gaya hidup,” ujar Hera kepada Kontan.co.id, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Volume Transaksi QRIS BCA Melesat 125% pada Semester I-2025

Saat ini, QRIS Cross Border BCA dapat digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. BCA juga tengah mengembangkan perluasan layanan agar QRIS dapat diterima di lebih banyak negara, sehingga semakin melengkapi kebutuhan transaksi antarnegara nasabah.

Untuk mendukung kenyamanan bertransaksi, BCA telah menyesuaikan limit transaksi harian QRIS pembayaran gabungan menjadi Rp25 juta, meningkat dari sebelumnya yang mengikuti limit harian kartu debit.

BCA berharap volume transaksi QRIS akan terus bertumbuh seiring meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Transaksi QRIS Cross Border Meroket, Perbankan Catat Pertumbuhan Tiga Digit

Hera menambahkan, QRIS Cross Border diposisikan sebagai pelengkap kartu kredit, bukan pengganti. Hingga Desember 2025, transaksi kartu kredit BCA tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif. Outstanding pinjaman konsumer lainnya yang mayoritas berasal dari kartu kredit tumbuh 14% YoY dan mencapai Rp20,23 triliun, sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat.

Ke depan, BCA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan dan memperluas layanan digital dengan mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas, guna menjawab kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

Baca Juga: Perluasan QRIS Cross Border Dorong Peningkatan Volume Transaksi Ritel internasional

Selanjutnya: BEI Sebut Danantara Mulai Masuk Pasar Modal Tahun 2026, Begini Bocorannya

Menarik Dibaca: Hujan Petir di Pagi Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (27/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: