KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat, pertumbuhan positif pada layanan QRIS Cross Border hingga Agustus 2026. Sejak diluncurkan, jumlah transaksi QRIS Cross Border BTN telah tumbuh lebih dari 295%, sementara volume transaksi meningkat lebih dari 265% dibandingkan periode awal implementasi. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari nasabah BTN yang menggunakan QRIS ketika bertransaksi di negara mitra. Pertumbuhan juga berasal dari wisatawan mancanegara yang melakukan pembayaran di merchant BTN di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya. “Perkembangan ini semakin memperkuat peran BTN dalam menghadirkan layanan pembayaran lintas negara melalui ekosistem digital BTN,” ujar Thomas kepada kontan.co.id, Kamis (24/9/2026).
Thomas mengatakan, QRIS Cross Border memberikan kemudahan bagi nasabah BTN untuk melakukan berbagai transaksi ritel di luar negeri melalui balé by BTN.
Baca Juga: QRIS Cross Border Bakal Hadir di Hongkong dan Timor Leste Layanan tersebut dapat digunakan di merchant yang telah menerima pembayaran QR di negara mitra, mulai dari sektor makanan dan minuman (F&B), ritel, hingga berbagai kebutuhan transaksi harian lainnya. Saat ini, QRIS Cross Border BTN telah dapat digunakan di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Dari sejumlah negara tersebut, Malaysia menjadi kontributor terbesar terhadap transaksi QRIS Cross Border BTN hingga Agustus 2026. Malaysia menyumbang sekitar 61% dari total jumlah transaksi dan lebih dari 73% dari total volume transaksi. Setelah Malaysia, kontribusi transaksi terbesar berasal dari Thailand dan Singapura. Menurut Thomas, tingginya transaksi di Malaysia antara lain didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke negara tersebut untuk keperluan wisata, bisnis maupun kunjungan keluarga. BTN melihat tren transaksi QRIS Cross Border masih akan positif sepanjang 2026. Pertumbuhan tersebut didorong semakin luasnya konektivitas pembayaran antarnegara, meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri, serta semakin tingginya preferensi terhadap pembayaran digital.
Baca Juga: Transaksi QRIS BTN Melesat 158% Menjadi 102 Juta Transaksi Hingga Juli 2026 BTN menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border tetap berada pada tren positif sepanjang tahun ini, baik dari sisi jumlah maupun volume transaksi. Peluang pertumbuhan juga masih terbuka seiring dengan perluasan kerja sama antarnegara, bertambahnya merchant yang terhubung, serta meningkatnya adopsi pembayaran digital lintas negara. Untuk mendorong transaksi QRIS Cross Border, BTN menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui program promosi “Connect the World”. Melalui program tersebut, nasabah dapat memperoleh cashback 15% hingga maksimal Rp1 juta untuk transaksi menggunakan QRIS melalui balé by BTN di luar negeri. Program berlaku di sejumlah negara tujuan, antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Selain promo, BTN terus mendorong perluasan kerja sama QRIS Cross Border dengan berbagai negara mitra guna memperluas jangkauan penggunaan dan meningkatkan fleksibilitas transaksi nasabah ketika berada di luar negeri. BTN juga meningkatkan awareness dan edukasi kepada nasabah mengenai penggunaan QRIS sebagai alternatif pembayaran di luar negeri. Dengan QRIS Cross Border, nasabah dapat melakukan pembayaran melalui balé by BTN tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar atau melakukan penukaran valuta asing secara langsung.
Di sisi lain, BTN memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem transaksi QRIS Cross Border agar dapat digunakan secara optimal di negara-negara yang telah terhubung. “Melalui kombinasi strategi tersebut, BTN terus mendorong peningkatan penggunaan QRIS Cross Border sekaligus memperkuat peran balé by BTN sebagai solusi transaksi digital yang dapat mendukung kebutuhan nasabah, termasuk ketika melakukan perjalanan ke luar negeri,” pungkas Thomas.
Baca Juga: Transaksi QRIS Melonjak 67%, BI Sebut Penggunaan Uang Tunai Berkurang Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News