KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri, transaksi QQuick Response code Indonesian Standard (QRIS) antar negara atau Cross Border perbankan terlihat kian melesat. Bank Indonesia mencatat, transaksi QRIS tumbuh tinggi di tahun 2025, mencapai 139,99% secara tahunan. Dari sisi merchant, BI menargetkan 45 juta pedagang yang menerima pembayaran QRIS pada 2026. Sementara dari sisi pengguna, jumlah pengguna QRIS ditargetkan mencapai 60 juta orang. Pada 2025, BI juga menargetkan percepatan signifikan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2026, baik dari sisi jumlah transaksi, pengguna, maupun perluasan kerja sama lintas negara.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa bank sentral menargetkan 17 miliar transaksi QRIS dalam negeri pada 2026. Selain memperluas penggunaan domestik, BI juga membidik kerja sama QRIS lintas negara (cross border) dengan delapan negara. BI menyatakan transaksi sistem pembayaran QRIS antara Indonesia dan Malaysia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain. Berdasarkan data Bank Indonesia, selama periode Januari-September 2025 saja, volume transaksi inbound QR antarnegara Malaysia ke Indonesia sebanyak lebih dari 3,4 juta transaksi dengan nominal transaksi sebanyak Rp775 miliar. Sebaliknya, volume transaksi outbond Indonesia ke Malaysia sebanyak 516 ribu transaksi, dengan nominal transaksi mencapai Rp178 miliar.
Baca Juga: Transaksi QRIS Cross Border Meroket, Perbankan Catat Pertumbuhan Tiga Digit Saat ini, implementasi QRIS lintas negara telah berjalan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. “Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum triwulan I 2026, kami sudah bisa mengimplementasikan QRIS cross border dengan China dan Korea Selatan,” jelas Filianingsih saat konferensi pers RDG BI, Rabu (21/1/2026). BI juga tengah melakukan diskusi intensif dengan India dan membuka peluang kerja sama dengan negara lain. Adapun sejumlah perbankan seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan pesat pada transaksi QRIS Antar Negara sepanjang 2025. Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting, mengungkapkan bahwa hingga Desember 2025, nilai transaksi QRIS Cross Border melonjak hingga 240% secara tahunan (year on year/YoY). Lonjakan ini terutama didorong oleh tingginya perjalanan masyarakat Indonesia ke sejumlah negara tujuan utama. “Transaksi paling dominan terjadi di Malaysia, Singapura, dan Thailand karena kedekatan geografis serta intensitas perjalanan yang tinggi. Selain itu, transaksi di Jepang juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Mesah kepada kontan.co.id. Dari sisi penggunaan, transaksi QRIS Cross Border di luar negeri saat ini paling banyak dilakukan pada empat kategori merchant yang umum dikunjungi wisatawan, yakni ritel, food & beverage (F&B), transportasi, serta tempat wisata. Adapun hingga kini, akseptasi QRIS Cross Border telah tersedia di empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. BNI pun berencana memperluas jangkauan layanan ini ke negara lain. “Ke depan, akseptasi QRIS Cross Border akan diperluas ke China dan Korea Selatan yang direncanakan mulai kuartal I-2026,” imbuh Mesah. Meski popularitas QRIS terus meningkat, BNI mencatat transaksi menggunakan kartu internasional masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, transaksi kartu Visa dan Mastercard melalui BNI tercatat tumbuh 5,7%. Menurut Mesah, hal ini mencerminkan bahwa pilihan alat pembayaran masyarakat Indonesia kini semakin beragam. “Melalui aplikasi wondr by BNI, nasabah juga diberikan fleksibilitas untuk bertransaksi QRIS dengan sumber dana dari rekening debit maupun kartu kredit,” jelasnya.
Baca Juga: BNI Catat Lonjakan Transaksi QRIS Cross Border hingga 240% pada Akhir 2025 Ke depan, BNI memproyeksikan volume transaksi QRIS Cross Border akan terus meningkat pada 2026. Perubahan perilaku wisatawan yang semakin nyaman menggunakan QRIS dibandingkan menukar uang tunai atau membawa banknotes menjadi salah satu pendorong utama. Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dari negara mitra QRIS juga diharapkan turut mendongkrak volume transaksi QRIS Cross Border dari luar negeri. Untuk menggenjot pertumbuhan tersebut, BNI mengandalkan strategi perluasan akseptasi dan aktivasi langsung di titik-titik strategis. Aktivasi dilakukan di bandara, hotel, agen perjalanan, hingga kawasan wisata melalui pemasangan signage QRIS serta kerja sama dengan merchant lokal. “Dengan pendekatan ini, kami ingin meningkatkan awareness nasabah bahwa QRIS dapat digunakan di luar negeri dengan cara yang sama mudahnya seperti di dalam negeri,” pungkas Mesah. Tak mau kalah, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat, hingga Desember 2025, jumlah dan volume transaksi QRIS cross border melonjak lebih dari 300%. "Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya adopsi QRIS cross border sebagai solusi pembayaran non-tunai yang praktis dan efisien dalam aktivitas lintas negara," ungkap Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN. Thomas menerangkan, di luar negeri, transaksi QRIS cross border BTN mayoritas digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama perjalanan, seperti pembayaran makanan dan minuman, belanja ritel, hingga kebutuhan wisata lainnya. Kemudahan transaksi tanpa uang tunai menjadi daya tarik utama bagi nasabah. Saat ini, layanan QRIS cross border BTN telah dapat digunakan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. Ke depan, BTN juga mendorong perluasan penggunaan layanan ini ke negara lain, seperti China dan Korea, sejalan dengan ketentuan serta kerja sama antarnegara yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Thomas menilai kehadiran QRIS cross border menjadi alternatif metode pembayaran bagi nasabah saat bertransaksi di luar negeri. Meski demikian, transaksi menggunakan kartu internasional seperti Mastercard dan Visa masih tetap digunakan, terutama untuk kebutuhan tertentu. QRIS cross border lebih banyak dimanfaatkan untuk transaksi harian dengan nominal relatif kecil hingga menengah.
Baca Juga: Perluasan QRIS Cross Border Dorong Peningkatan Volume Transaksi Ritel internasional Memasuki 2026, BTN melihat tren penggunaan QRIS cross border akan terus meningkat seiring pulihnya mobilitas dan aktivitas perjalanan internasional. Pada tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS cross border sebesar 30%–50% secara tahunan (year on year/YoY), baik dari sisi jumlah maupun volume transaksi. Untuk mendorong pencapaian target tersebut, BTN menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya melalui program promosi Bale Connect the World, yang memberikan cashback belanja 15% hingga Rp1 juta bagi nasabah Bale by BTN yang bertransaksi menggunakan QRIS cross border di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. Selain itu, BTN terus memperluas kerja sama dengan negara mitra guna memperlebar jangkauan penggunaan QRIS cross border, sekaligus meningkatkan fleksibilitas transaksi bagi nasabah saat berada di luar negeri. Upaya sosialisasi dan edukasi kepada nasabah juga terus dilakukan agar masyarakat semakin familiar dengan manfaat, kemudahan, dan keamanan layanan ini. Dari sisi infrastruktur, BTN memastikan kesiapan dan kelancaran sistem QRIS cross border agar dapat digunakan secara optimal di berbagai negara mitra. “Dengan kombinasi strategi tersebut, kami optimistis pemanfaatan QRIS cross border akan terus meningkat, khususnya di kalangan nasabah yang sering bepergian ke luar negeri. Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi BTN dalam memperluas ekosistem pembayaran digital, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional," imbuh Thomas.
Baca Juga: BTN Bidik Pertumbuhan QRIS Cross Border Meningkat 50% pada 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News