Transaksi QRIS di Thailand Baru Bisa Pakai Tujuh Bank dan 1 e-wallet, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi QRIS kini sudah bisa dilakukan di Thailand. Namun, saat ini baru ada delapan penyedia jasa pembayaran (PSP) Indonesia yang bisa melayani transaksi QRIS di Thailand dan dua lagi sedang dalam proses perizinan.  PSP tersebut di antaranya BCA, BSI, Bank Mega, CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Permatabank, Bank BPD Bali, dan Dana.

Kepala Departemen Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta menjelaskan, PSP yang bisa memfasilitasi transaksi QRIS di Thailand masih minim karena yang mendaftar ikut ujicoba sejak 17 Agustus 2021 baru ada 10 bank. 

"Mereka yang sekarang sudah bisa ikut adalah yang ikut saat proses piloting. Ada 10 yang ikut piloting, 8 sudah dapat izin dan dua lagi masih dalam proses," ungkap Filianingsih, Selasa(30/8).


Baca Juga: QRIS BSI Kini Bisa Dipakai Bertransaksi Saat Jalan-jalan ke Thailand

Namun, PJP tersebut akan terus ditambah dan diperluas. Filianingsih bilang, BI terbuka dengan semua PJP QRIS di dalam negeri yang ingin bergabung dalam QRIS Antarnegara. BI mencatat saat ini ada total 85 PJP yang sudah mendukung QRIS. 

Untuk bisa menjadi penyelenggara QRIS Antarnegara, PJP harus mendaftar ke bI dan mengikuti proses ujicoba. Saat tahap ujicoba itu, BI akan fokus membaca kesiapan sistem keamanan dan IT dari calon peserta tersebut untuk selanjutnya diputuskan diberi izin. 

"Jadi PJP yang ingin bergabung, silahkan saja mengajukan. Ikuti proses yang sama seperti yang dilalui mereka yang sudah duluan gabung," ujar Filianingsih. 

Dengan QRIS Antarnegara ini, maka saat ingin bertransaksi di merchant Thailand, cukup scan QRIS akan muncul nominal transfer yang harus diisi dalam baht. Saat nominal dimasukkan akan langsung muncul kurs baht ke rupiah. Untuk melanjutkan transaksi, user akan diminta mengisi kode pin.

Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa biaya yang dikenakan dalam transaksi QRIS jauh lebih murah daripada harus menggunakan kartu kredit, kartu debit, atau menukar uang di money changer.  Pasalnya, penyelesaian transaksi dilakukan menggunakan mata uang lokal tanpa perantara dengan mata uang dolar atau euro. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi