Transaksi QRIS Lintas Negara BTN Melonjak, Malaysia Jadi Penyumbang Terbesar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau cross border di PT Bank Tabungan Negara (BTN) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, seiring semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh nasabah.

Hingga Maret 2026, jumlah transaksi QRIS cross border BTN tumbuh sekitar 31% secara bulanan (month to month/MtM), sementara volume transaksi meningkat 38%. Capaian ini mencerminkan mulai terbentuknya kebiasaan transaksi digital lintas negara di kalangan nasabah.

Senior Executive Vice President Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengungkapkan, penggunaan QRIS cross border tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia.


“Dengan skema ini, QRIS cross border mendorong kemudahan transaksi lintas negara secara dua arah,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Bank Mandiri Perluas QRIS ke Korea Selatan

Dari sisi penggunaan, transaksi QRIS di luar negeri didominasi untuk kebutuhan ritel sehari-hari, seperti pembayaran makanan dan minuman, belanja di merchant, hingga transaksi di destinasi wisata dan pusat perbelanjaan.

Saat ini, layanan QRIS cross border BTN telah tersedia di sejumlah negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang. Selain itu, implementasi di Korea Selatan resmi diluncurkan per 1 April 2026 oleh Bank Indonesia, sehingga semakin memperluas jangkauan penggunaan.

Ke depan, ekspansi juga akan terus dilakukan, termasuk rencana implementasi di China sesuai kerja sama yang dijalin oleh Bank Indonesia.

Thomas menambahkan, dari seluruh negara tersebut, Malaysia menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan transaksi QRIS cross border BTN. Tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke negara tersebut menjadi pendorong utama.

“Jumlah transaksi di Malaysia melonjak hingga sekitar tujuh kali lipat dalam periode April 2025 hingga Maret 2026,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, BTN menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS cross border sekitar 30% secara tahunan (year on year/yoy), baik dari sisi jumlah maupun volume transaksi.

Baca Juga: OJK akan Susun 2 POJK Seiring Ada Implementasi PSAK 117 di Industri Perasuransian

Guna mencapai target tersebut, BTN menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya melalui program promosi “Connect the World” yang menawarkan cashback hingga 15% atau maksimal Rp1 juta bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan QRIS Balé by BTN di luar negeri.

Selain itu, BTN juga mendorong perluasan kerja sama dengan berbagai negara mitra untuk meningkatkan fleksibilitas transaksi bagi nasabah.

Dari sisi edukasi, perseroan terus meningkatkan awareness agar QRIS menjadi metode pembayaran utama saat bertransaksi di luar negeri, sehingga nasabah tidak perlu membawa uang tunai atau menukar valuta asing.

BTN juga memastikan kesiapan sistem agar transaksi QRIS cross border dapat berjalan lancar dan aman di berbagai negara.

Dengan berbagai strategi tersebut, BTN optimistis penggunaan QRIS cross border akan terus meningkat, sekaligus memperkuat peran bank dalam mendukung ekosistem pembayaran digital masyarakat Indonesia di kancah global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News