Transaksi QRIS Perbankan Masih Tumbuh Pesat, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Transaksi QRIS yang tumbuh positif masih menjadi salah satu penopang kinerja pembayaran digital perbankan.

Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi QRIS nasional tumbuh 95,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga Mei 2026. 

Di level perbankan pun hasilnya tak jauh berbeda, misalnya di Bank CIMB Niaga. Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh bilang hingga saat ini transaksi QRIS bank tumbuh kisaran 29% yoy. Pun ia bilang harapannya pertumbuhan bisa digandakan hingga akhir tahun. 


Ia membeberkan, saat ini tren pertumbuhan juga ditopang oleh perluasan QRIS cross-border ke China.

“Padahal baru banget launching, tapi transaksinya cukup tinggi di China. Mungkin karena memang negara yang terbiasa dengan transaksi barcode,” kata Lusi saat ditemui Minggu, (21/6/2026). 

Baca Juga: Amartha Telah Salurkan Pembiayaan Usaha Produktif untuk 4 Juta UMKM hingga 2025

Dari tren ini, Lusi optimistis sejatinya transaksi keuangan secara umum masih tumbuh di tengah gejolak global dan domestik. 

Bank Mandiri juga mencatatkan kinerja serupa. SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap mengungkapkan, volume transaksi QRIS di Bank Mandiri tumbuh kisaran 145% yoy, pun nilainya melonjak sekitar 110% yoy per Mei 2026.

Secara rinci, ia menjelaskan, kinerja ini didukung kuat oleh sektor merchant ritel modern, makanan dan minuman (F&B), transportasi online, serta e-commerce dan layanan gaya hidup (lifestyle).

Sejatinya, kata Yanto, katalis utama yang menopang capaian ini adalah kemudahan dan kecepatan transaksi, program cashback dan promo merchant, serta perluasan akseptasi QRIS ke segmen UMKM dan merchant menengah.

Pihaknya juga optimistis transaksi QRIS bakal terus tumbuh hingga akhir tahun nanti. Proyeksinya, peningkatan volume dan nilai transaksi tetap positif seiring dengan perluasan ekosistem merchant, peningkatan fitur di Livin’ by Mandiri, serta berbagai program kolaborasi dengan mitra. 

“Meski kondisi makroekonomi menjadi tantangan, pertumbuhan QRIS diharapkan tetap menjadi salah satu pendorong utama fee-based income dan aktivitas transaksi kebutuhan sehari-hari nasabah ritel,” tutur Yanto.

Baca Juga: Premi Asuransi Kecelakaan Diri Turun 31,3% pada Kuartal I-2026, Ini Penjelasan AAUI

Di Bank Tabungan Negara (BTN), volume transaksi QRIS tercatat hampir 70 juta transaksi per Mei 2026, tumbuh 164% yoy. Nilai transaksinya mencapai lebih dari Rp 6 triliun atau meningkat 142% yoy. 

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi bilang capaian sejauh ini juga sudah di atas trajectory yang ditetapkan bank untuk mencapai target akhir tahun.

Ia menjelaskan, capaian tersebut didorong oleh aktivitas pada berbagai kategori merchant, utamanya groceries, minimarket, makanan dan minuman, serta fesyen yang secara konsisten menjadi kontributor utama. Meski 

“Peningkatan jumlah merchant aktif dan semakin luasnya akseptasi QRIS turut memperkuat frekuensi penggunaan di berbagai segmen nasabah. Di tengah dinamika ekonomi dan tekanan daya beli, kami belum melihat indikasi perlambatan yang signifikan pada aktivitas QRIS,” kata Thomas.

Ke depan, BTN optimistis, tren positif tersebut masih bakal berlanjut hingga akhir 2026. Thomas bilang pihaknya menargetkan volume transaksi QRIS dapat melampaui 124 juta transaksi pada akhir tahun atau tumbuh sekitar 40% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News