JAKARTA. Nilai transaksi derivatif di perbankan nasional yang termasuk dalam kategori spekulatif sudah menyusut. Bank Indonesia (BI) pun optimis, transaksi derivatif yang spekulatif tersebut tak akan mengganggu kinerja nilai tukar rupiah. Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan, nilai transaksi derivatif per akhir Mei 2009 lebih kecil dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu. Akhir tahun lalu, transaksi derivatif spekulatif yang tercatat di BI mencapai Rp 41,8 triliun. "Sementara, posisi nilai kontrak per akhir Mei 2009 telah menciut menjadi Rp 6,9 triliun,” tutur Budi, Rabu (22/7). Menurut Budi, transaksi derivatif terus menyusut karena penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu, penyelesaian kontrak berdasarkan ketentuan yang telah dibuat oleh BI juga turut berperan dalam mengurangi jumlah transaksi derivatif tersebut.
Transaksi Spekulatif di Perbankan Nasional Kian Menyusut
JAKARTA. Nilai transaksi derivatif di perbankan nasional yang termasuk dalam kategori spekulatif sudah menyusut. Bank Indonesia (BI) pun optimis, transaksi derivatif yang spekulatif tersebut tak akan mengganggu kinerja nilai tukar rupiah. Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan, nilai transaksi derivatif per akhir Mei 2009 lebih kecil dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu. Akhir tahun lalu, transaksi derivatif spekulatif yang tercatat di BI mencapai Rp 41,8 triliun. "Sementara, posisi nilai kontrak per akhir Mei 2009 telah menciut menjadi Rp 6,9 triliun,” tutur Budi, Rabu (22/7). Menurut Budi, transaksi derivatif terus menyusut karena penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu, penyelesaian kontrak berdasarkan ketentuan yang telah dibuat oleh BI juga turut berperan dalam mengurangi jumlah transaksi derivatif tersebut.