KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) mencatat pertumbuhan dana maupun jumlah rekening valas lebih dari 20%, terutama dari segmen nasabah individu atau ritel. Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan semakin beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap valas. Tren tersebut juga telah terlihat dalam sekitar dua tahun terakhir, bukan hanya dalam enam bulan terakhir ketika nilai tukar rupiah mengalami tekanan. "Kalau dilihat masyarakat semakin kebutuhan itu semakin beragam. Salah satu yang kita observasi kebutuhan valas ini. Kita lihat kenaikan ini bukan hanya enam bulan terakhir, ini sebetulnya sudah hampir dua tahun," ujar Noviady di Jakarta, Rabu (27/8/2026).
Baca Juga: PPATK: Transaksi Kejahatan Perbankan & Pasar Modal Rp 1,21 Triliun di Semester I-2026 Menurut dia, peningkatan rekening dan dana pihak ketiga (DPK) valas CIMB Niaga tercatat lebih dari 20%. Pertumbuhan tersebut turut didorong kemudahan akses melalui layanan digital OCTO Mobile. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat membeli valas, memantau kurs, serta menggunakan mata uang yang dimiliki untuk kebutuhan transaksi di luar negeri. CIMB Niaga juga menyediakan beragam pilihan mata uang untuk memenuhi kebutuhan nasabah. "Jadi di situ memang kita melihat dari pertumbuhannya baik dari dana maupun
account itu lebih dari 20%, jadi jauh lebih tinggi dibandingkan yang kita observasi selama ini," katanya. Noviady mengatakan, pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari nasabah kelas atas. Kebutuhan valas juga semakin banyak datang dari nasabah muda dan segmen ritel.
Baca Juga: Laba CIMB Niaga (BNGA) Turun 9%, Kredit Tumbuh 15,41% hingga Juli 2026 Pilihan mata uang yang diminati juga semakin beragam, mulai dari dolar Singapura, ringgit Malaysia, baht Thailand, won Korea hingga mata uang lainnya. Hal ini sejalan dengan semakin beragamnya tujuan perjalanan maupun kebutuhan masyarakat di luar negeri. Noviady menilai, pelemahan rupiah dalam enam bulan terakhir bukan menjadi satu-satunya faktor yang mendorong peningkatan rekening dan DPK valas CIMB Niaga. Dia mengatakan, jika pertumbuhan dihitung menggunakan
constant exchange rate, dana dan jumlah rekening valas tetap menunjukkan peningkatan. "Kalau dilihat, kalau saya hitung dengan
constant exchange rate, tetap dananya dan jumlah
account-nya memang meningkat," jelasnya. Dengan demikian, pertumbuhan valas CIMB Niaga dinilai lebih mencerminkan perubahan kebutuhan nasabah, bukan sekadar respons terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah. Menurut Noviady, kebutuhan valas juga muncul dari keluarga yang memiliki anak bersekolah di luar negeri. Nasabah dapat membeli mata uang asing terlebih dahulu dan menggunakannya kemudian sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Bank Mandiri Pastikan Rekening Aktivis Pati Botok Sudah Kembali Aktif Selain itu, CIMB Niaga memberikan kemudahan bagi nasabah untuk menggunakan saldo valas ketika berada di luar negeri, termasuk melalui transaksi tap menggunakan kartu maupun transaksi lintas negara. "Jadi kita kasih pilihan, bisa menggunakan dengan
cross-border, bisa juga dengan nge-
tap dengan kartu," ujarnya. Lebih lanjut, Noviady menyebut pertumbuhan rekening valas CIMB Niaga saat ini lebih banyak berasal dari nasabah individu atau retail. Kemudahan digital menjadi salah satu faktor yang memperluas akses tersebut. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk membeli mata uang asing, melainkan dapat memantau kurs dan melakukan transaksi melalui aplikasi.
CIMB Niaga juga berencana semakin mengintegrasikan layanan valas ke dalam pembukaan rekening rupiah. Noviady mengatakan, pada kuartal IV-2026, nasabah yang membuka tabungan rupiah akan mendapatkan pilihan untuk membuka kantong atau rekening berbagai mata uang yang terhubung dengan kartu debit. "Individual, iya," kata Noviady saat ditanya apakah pertumbuhan rekening valas terutama berasal dari nasabah individu. Dengan tren tersebut, CIMB Niaga melihat peluang pertumbuhan bisnis valas masih terbuka, terutama seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan transaksi lintas negara. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News