KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor pasar modal mulai melirik produk waran terstruktur dan derivatif di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan instrumen keuangan lainnya. Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menyampaikan transaksi waran terstruktur dan derivatif terus menunjukkan perkembangan yang signifikan ditengah gejolak pasar. “Investor yang lebih
advance sudah mulai memanfaatkan produk derivatif untuk memanfaatkan momentum baik untuk lindung nilai atau memaksimalkan
opportunity dari
market yang
bullish dan juga
bearish,” katanya kepada Kontan akhir pekan lalu.
Baca Juga: Idea Indonesia (IDEA) Bidik Peluang dari Kebutuhan 10.000 Tenaga Kerja di Luar Negeri BEI mencatat perdagangan derivatif mencapai 3.614 kontrak dari awal 2025 per Mei 2026. Ini meningkat 99% jika dibandingkan pada Mei tahun lalu yang mencapai 1.815 kontrak. Sementara itu,
open Interest transaksi derivatif di sepanjang 2026 berjalan ini mencapai 10.492. Adapun kontrak dengan
underlying saham perbankan menjadi dominasi di tahun ini. Jeffrey mengatakan hal tersebut menunjukkan investor memanfaatkan produk
single stock futures sebagai
hedging tools atas penurunan harga saham perbankan pada tahun ini Selama Januari–Mei 2026, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) waran terstruktur tercatat Rp 33,3 miliar. Ini meningkat dibandingkan RNTH sepanjang tahun 2025 yang berada di level Rp 10 miliar per hari. “Peningkatan tersebut mengindikasikan waran terstruktur dan
Single Stock Futures menjadi salah satu instrumen yang diperhatikan oleh investor, khususnya sebagai alternatif strategi investasi di tengah kondisi pasar yang volatil,” ucap Jeffrey.
Baca Juga: IHSG Menguat 3,48% ke 6.216 pada Senin (15/6) Pagi, AMMN, MBMA, HRTA Top Gainers LQ45 Dari sisi jumlah investor, BEI mencatat sebanyak 30.350 investor yang aktif bertransaksi waran terstruktur pada Mei 2026. Ini meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 sebanyak 10.972 investor aktif. Investor derivatif juga mengalami peningkatan sebanyak 20% dari 1148 investor di 2025 menjadi 1369 investor pada bulan Mei 2026. Jeffrey bilang pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan investor pasar modal secara keseluruhan. Jeffrey menyarankan investor dapat memanfaatkan Waran Terstruktur dan Single Stock Futures sesuai dengan tujuan investasi, strategi, dan profil risikonya. Keduanya, dapat digunakan dalam kondisi market sedang
bullish dan
bearish. “Untuk melindungi portofolio investor dapat melakukan short (jual)
single stock futures atau melakukan transaksi waran terstruktur tipe Put untuk memberikan proteksi dari koreksi harga saham
underlying,” katanya. Sementara itu, kata Jeffrey, posisi
long (beli) pada
single stock futures dan waran terstruktur tipe Call dapat memberikan peluang bagi investor untuk kondisi saham yang sedang
bullish. Direktur Utama Phintraco Sekuritas Ferawati menyebut di tengah volatilitas IHSG yang masih berlangsung, minat investor terhadap produk derivatif tetap menunjukkan perkembangan yang positif. “Kami melihat investor mulai memanfaatkan produk derivatif tidak hanya untuk mencari peluang investasi, tetapi juga sebagai sarana pengelolaan risiko di tengah kondisi pasar yang lebih dinamis,” tuturnya. Ke depan, kata Fera, optimistis potensi pertumbuhan pasar derivatif masih sangat besar seiring meningkatnya literasi investor, pengembangan produk, pengembangan infrastruktur dan ekosistem serta pendalaman pasar yang terus dilakukan oleh regulator dan BEI. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News