Transaksi Waran Terstruktur RHB Sekuritas Melonjak di Tengah Volatilitas IHSG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai transaksi waran terstruktur di RHB Sekuritas melonjak di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang 2026 berjalan ini.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) waran terstruktur tercatat Rp 33,3 miliar di Januari–Mei 2026. Ini meningkat dibandingkan RNTH sepanjang tahun 2025 yang berada di level Rp 10 miliar per hari.

Dari sisi jumlah investor, BEI mencatat sebanyak 30.350 investor yang aktif bertransaksi waran terstruktur pada Mei 2026. Ini meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 sebanyak 10.972 investor aktif. 


Baca Juga: Sederet Emiten Gelar Buyback Saham Bernilai Jumbo, Mana yang Menarik Dicermati?

Sementara dalam catatan RHB Sekuritas, transaksi waran terstruktur telah mencapai Rp 2 triliun per Mei 2026. Ini melampaui total nilai transaksi sepanjang 2025 sebesar Rp 2,3 triliun. 

AVP Sales and Marketing Equity Derivatif RHB Sekuritas Triana Anggraini menjelaskan peningkatan aktivitas transaksi tersebut didorong oleh dua faktor utama. 

Pertama, perluasan saham acuan waran terstruktur dari sebelumnya berbasis indeks IDX30 menjadi IDX80, yang memberikan lebih banyak pilihan saham bagi investor.

Kedua, meningkatnya volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir yang menciptakan lebih banyak peluang bagi investor untuk melakukan strategi perdagangan jangka pendek,” kata Triana kepada Kontan, Selasa (16/6/2026). 

Dia menjelaskan waran terstruktur merupakan instrumen yang memiliki karakteristik leverage, sehingga memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pergerakan saham acuan dengan modal yang relatif lebih kecil. 

Selain mencari potensi keuntungan, kata Triana, waran terstruktur juga dapat digunakan secara strategis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan modal serta membatasi risiko kerugian hingga sebesar nilai investasi pada waran tersebut.

“Dalam memanfaatkan waran terstruktur, investor perlu memperhatikan momentum pasar karena faktor waktu dan arah pergerakan saham acuan sangat memengaruhi kinerja instrumen ini,” jelasnya

Sebagai contoh, waran terstruktur dapat menjadi pilihan yang menarik ketika investor melihat peluang terjadinya pemulihan pasar setelah periode pelemahan atau saat terdapat potensi pergerakan harga yang signifikan pada saham acuan.

Baca Juga: Bisnis Kilang Singapura Bakal Jadi Mesin Pertumbuhan Barito Pacific (BRPT) Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News