KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transformasi digital mulai menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis di sektor maritim. PT Pertamina Marine Solutions (PMSol), anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina International Shipping (PIS), membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar efisiensi internal, melainkan strategi bisnis untuk memperluas pasar dan meningkatkan kinerja keuangan. Sepanjang 2024, PMSol mencatatkan laba bersih Rp 132 miliar, tumbuh 52% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan ini sejalan dengan perubahan fundamental model bisnis perusahaan yang sebelumnya sangat bergantung pada pasar internal Pertamina Group, menjadi penyedia solusi maritim terintegrasi yang menyasar pasar eksternal hingga global. Manajemen PMSol menilai ketergantungan pada captive market memang stabil, namun membatasi ruang ekspansi. Karena itu, perusahaan memilih keluar dari zona nyaman dengan melakukan transformasi proses bisnis berbasis digital dan teknologi cerdas.
Baca Juga: Percepatan Transformasi Digital, Banyuwangi Jadi Lokasi Uji Coba Bansos Digital Direktur Pertamina Marine Solutions, Dian Prama Irfani, menegaskan digitalisasi yang dijalankan bukan sekadar modernisasi sistem. “Kami melihat digitalisasi sebagai proses reinventing business. Integrasi artificial intelligence dan machine learning memungkinkan PMSol meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (14/1/2026). Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekosistem digital end-to-end yang menopang seluruh rantai bisnis maritim. PMSol mengoperasikan tiga aplikasi inti, yakni NAKHODA untuk manajemen kru kapal, PERWIRA untuk pengelolaan tenaga ahli maritim, serta INSPEKTA yang mendigitalisasi proses inspeksi kapal. Ketiga platform ini menjadi fondasi transformasi proses kerja, bukan sekadar sistem pendukung. Efisiensi operasional menjadi salah satu dampak paling nyata. Proses penempatan kru kapal yang sebelumnya memakan waktu 14 hingga 30 hari, kini dapat dipangkas menjadi hanya 1–2 hari melalui platform digital MyPMSol. Percepatan ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan daya saing PMSol dalam melayani klien di luar grup Pertamina.
Baca Juga: Gejolak Fiskal Tekan Pasar Saham Global, Imbal Hasil Obligasi Eropa Sentuh Rekor Baru Dengan fondasi digital tersebut, PMSol juga fokus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki digital mindset dan digital skills, selaras dengan kebutuhan industri maritim global yang semakin berbasis teknologi, data, dan otomatisasi. Atas konsistensi transformasi tersebut, PMSol masuk dalam jajaran Top 5 Indonesia Best Digital Innovation 2025 kategori Kelompok Non Keuangan versi Majalah SWA.
Perusahaan meraih nilai 90,19 dengan predikat Excellent setelah melalui proses penilaian berlapis, mulai dari tahap Discover, Define, hingga Deliver, yang menilai relevansi inovasi, kualitas eksekusi, dan dampaknya terhadap kinerja bisnis.
Baca Juga: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Kembali Meningkat, Begini Dampaknya ke Ekonomi Penghargaan ini menjadi penegasan atas arah strategi PMSol dalam membawa solusi maritim Indonesia ke level global—lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News