Transformasi Mulai Berbuah, BUMI Cetak Laba US$ 59 Juta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 59 juta sepanjang paruh pertama 2026, melonjak 189% secara tahunan. Capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 28% menjadi US$ 867 juta. 

Kenaikan laba bersih BUMI pada semester I-2026 mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan menuju perusahaan tambang multi-komoditas.

Analis OCBC Sekuritas Devi Praharsa Anggoro menilai pertumbuhan kinerja BUMI didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan, harga batu bara yang masih kuat, serta mulai berkontribusinya aset non-batu bara hasil akuisisi.


Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) Bukukan Kinerja Positif pada Semester I-2026

Selain itu, efisiensi biaya operasional turut menopang peningkatan profitabilitas, di tengah tantangan kenaikan harga bahan bakar sebagai salah satu komponen utama biaya tambang.

Efisiensi tersebut pada akhirnya mendorong pertumbuhan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan. “Kondisi ini mencerminkan semakin baiknya kemampuan BUMI dalam mengelola operasional sekaligus meningkatkan kualitas laba yang dihasilkan,” kata Devi, Senin (3/8/2026).

Di luar kinerja keuangan, kata dia, capaian semester I menjadi tonggak transformasi BUMI menuju perusahaan tambang multi-komoditas. Perkembangan proyek emas dan tembaga Wolfram di Queensland, Australia, yang berjalan lebih cepat dari target, dinilai dapat mempercepat diversifikasi bisnis dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (23 Juli 2026), BUMI dan CPIN Jadi Sorotan

Prospek bisnis non-batu bara BUMI dinilai semakin positif. Devi melihat harga emas dan tembaga yang masih kuat, serta biaya produksi tambang Wolfram yang relatif rendah, berpotensi menjadi pendorong kinerja perseroan. Kontribusi aset logam tersebut diperkirakan mulai lebih terlihat pada laporan keuangan kuartal III 2026.

Menurut Devi, pengembangan aset non-batu bara akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus mengurangi ketergantungan BUMI terhadap siklus batu bara. Profitabilitas yang meningkat juga dinilai memperkuat kapasitas perusahaan untuk membiayai ekspansi bisnis melalui kas internal maupun pendanaan eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News