KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi environmental, social and governance (ESG) serta transisi energi batubara menghadapi tantangan jauh lebih kompleks dibanding industri lain. Di tengah tuntutan pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, industri batubara masih memikul tanggung jawab menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menghadapi tekanan biaya yang terus meningkat. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Bidang ESG & Good Mining Practice, Ignatius Wurwanto menyebut, kondisi tersebut sebagai “trilema” dalam penerapan ESG di sektor batu bara. “Jadi bukan lagi dilema. Ada kebutuhan menjaga ketahanan energi, ada tuntutan lingkungan, dan ada biaya yang harus ditanggung,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (21/5).
Transisi Energi Batubara Sulit, Industri Dibayangi Tiga Tekanan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi environmental, social and governance (ESG) serta transisi energi batubara menghadapi tantangan jauh lebih kompleks dibanding industri lain. Di tengah tuntutan pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, industri batubara masih memikul tanggung jawab menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menghadapi tekanan biaya yang terus meningkat. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Bidang ESG & Good Mining Practice, Ignatius Wurwanto menyebut, kondisi tersebut sebagai “trilema” dalam penerapan ESG di sektor batu bara. “Jadi bukan lagi dilema. Ada kebutuhan menjaga ketahanan energi, ada tuntutan lingkungan, dan ada biaya yang harus ditanggung,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (21/5).