KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Skema Just Energy Transition Partnership (JETP) yang digadang-gadang menjadi motor percepatan transisi energi Indonesia dinilai belum berjalan optimal. Analis Maybank Securities Jigar Shah menyebut mobilisasi pembiayaan masih jauh dari kebutuhan riil untuk mendukung pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara dan pembangunan energi bersih. “JETP menghadapi kesenjangan pendanaan yang signifikan. Kebutuhan investasi hingga 2030 mencapai sekitar US$ 66,9 miliar, sementara komitmen awal yang tersedia sekitar US$ 20 miliar. Selain itu, struktur pendanaannya masih terlalu bergantung pada pinjaman komersial,” ujar Jigar. Skema Just Energy Transition Partnership diluncurkan pada 2022 sebagai bagian dari komitmen internasional untuk membantu Indonesia mempercepat transisi energi. Program ini bertujuan mendanai pensiun dini PLTU batu bara dan meningkatkan kapasitas energi terbarukan.
Transisi Energi Tertunda, Skema JETP Masih Bergantung di Pinjaman Komersial
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Skema Just Energy Transition Partnership (JETP) yang digadang-gadang menjadi motor percepatan transisi energi Indonesia dinilai belum berjalan optimal. Analis Maybank Securities Jigar Shah menyebut mobilisasi pembiayaan masih jauh dari kebutuhan riil untuk mendukung pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara dan pembangunan energi bersih. “JETP menghadapi kesenjangan pendanaan yang signifikan. Kebutuhan investasi hingga 2030 mencapai sekitar US$ 66,9 miliar, sementara komitmen awal yang tersedia sekitar US$ 20 miliar. Selain itu, struktur pendanaannya masih terlalu bergantung pada pinjaman komersial,” ujar Jigar. Skema Just Energy Transition Partnership diluncurkan pada 2022 sebagai bagian dari komitmen internasional untuk membantu Indonesia mempercepat transisi energi. Program ini bertujuan mendanai pensiun dini PLTU batu bara dan meningkatkan kapasitas energi terbarukan.