Traveling Menjadi Gaya Hidup, Simak Perbedaan Antara Gen X, Y dan Gen Z



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas traveling kini tidak lagi sekadar kebutuhan rekreasi, tapi menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus perencanaan finansial masyarakat.

Perubahan ini terlihat dari semakin beragamnya preferensi dan cara setiap generasi dalam merencanakan perjalanan. Mulaii penentuan destinasi hingga pengelolaan anggaran.

Melihat tren tersebut, Jenius dari SMBC Indonesia merilis Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi. Studi ini mencoba menggambarkan kebiasaan, preferensi, serta aspirasi perjalanan generasi X, Y, dan Z. Studi ini melibatkan 300 responden melalui survei online dan wawancara mendalam yang dilakukan pada periode November 2025 hingga Januari 2026.


Hasil studi menunjukkan, secara umum frekuensi traveling lintas generasi relatif serupa, yakni sekitar 1 kali–2 kali sepanjang 2025. Namun, pendekatan dan motivasinya berbeda.

Generasi X cenderung memilih destinasi ramah keluarga dengan perencanaan itinerary yang efisien dan nyaman. Generasi Y lebih mencari pengalaman unik dengan tetap fleksibel selama perjalanan. Sementara itu, Generasi Z banyak dipengaruhi rekomendasi teman dan media sosial. Faya traveling yang lebih spontan dan adaptif.

Dari sisi destinasi, lima tujuan domestik favorit lintas generasi meliputi Magelang, Labuan Bajo, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Adapun destinasi luar negeri yang paling diminati antara lain Jepang, China, Thailand, Singapura dan Eropa.

"Terkait perencanaan keuangan, lebih dari 50% responden telah menyiapkan anggaran perjalanan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan," tulis Jenius, dalam rilisetnya, yang dipublikasikan, Kamis (9/4).  

Baca Juga: Bisnis Pariwisata Pasca Lebaran Mengalami Tren Naik, Okupansi Hotel Favorit Stabil

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir, traveling bukan lagi aktivitas impulsif, melainkan bagian dari strategi pengelolaan keuangan.

Generasi X cenderung memastikan anggaran sudah tersedia, Generasi Y lebih fleksibel antara anggaran dan destinasi. Sedangkan Generasi Z berfokus mengumpulkan dana terlebih dahulu agar lebih leluasa saat bepergian.

Perbedaan juga terlihat dari gaya belanja selama perjalanan. Generasi X didominasi tipe smart planner yang mengutamakan efisiensi dan kontrol pengeluaran. Generasi Y mengombinasikan perencanaan dengan kenyamanan sebagai comfort seeker.

Sementara Generasi Z memiliki kecenderungan sebagai experience spender. Mereka lebih berani mengalokasikan dana untuk pengalaman unik seperti kuliner, konser atau aktivitas lokal.

Studi ini menyimpulkan, semakin muda generasi, semakin besar kecenderungan untuk membelanjakan dana pada pengalaman dibandingkan sekadar efisiensi biaya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Jenius menghadirkan berbagai fitur. Mulai mata uang asing, kartu debit dan kredit, hingga fitur pengelolaan keuangan seperti Flexi Saver dan Dream Saver. Juga fitur Flexi Cash dan QRIS cross border.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News