JAKARTA. Pengembangan transportasi massal akan dikebut di berbagai kota di Tanah Air. Sejumlah daerah pun mulai mengajukan usulan pembangunan transportasi massal. Salah satunya usulan proyek pembangunan angkutan massal berbasis trem dari Pemerintah Kota Surabaya , Jawa Timur. Sebelumnya trem Surabaya akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Tapi pemerintah akhirnya memutuskan reaktivasi trem Surabaya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Joice Hutajulu mengatakan, proyek trem Surabaya diperkirakan menelan investasi Rp 2,5 triliun. Menurutnya pendanaan proyek ini akan menggunakan APBN secara bertahap. "Pendanaannya akan dilakukan secara multiyears sampai tahun 2019," kata Joice kepada KONTAN, Senin (19/6).
Trem Surabaya dibiayai dana APBN
JAKARTA. Pengembangan transportasi massal akan dikebut di berbagai kota di Tanah Air. Sejumlah daerah pun mulai mengajukan usulan pembangunan transportasi massal. Salah satunya usulan proyek pembangunan angkutan massal berbasis trem dari Pemerintah Kota Surabaya , Jawa Timur. Sebelumnya trem Surabaya akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Tapi pemerintah akhirnya memutuskan reaktivasi trem Surabaya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Joice Hutajulu mengatakan, proyek trem Surabaya diperkirakan menelan investasi Rp 2,5 triliun. Menurutnya pendanaan proyek ini akan menggunakan APBN secara bertahap. "Pendanaannya akan dilakukan secara multiyears sampai tahun 2019," kata Joice kepada KONTAN, Senin (19/6).