Tren Elektrifikasi Tambang Menguat, SANY Indonesia Kantongi 500 Pesanan Alat Berat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pengadaan alat berat di sektor pertambangan dan konstruksi masih menunjukkan geliat. Hal ini tercermin dari capaian PT SANY Indonesia Machinery dalam ajang Mining Indonesia & Construction Indonesia 2026 yang menjadi bagian dari Indonesia International Equipment (IEE) Series 2026.

SANY Group Indonesia mencatat pesanan lebih dari 500 unit alat berat dari berbagai jenis selama pameran yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, pada 9–12 September 2026.

Deputy General Manager and Director of Government Relations SANY Group Indonesia Saanjay Shamdasani mengatakan, salah satu transaksi terbesar dalam pameran tersebut berupa pesanan 150 unit mining truck.


"Minat tersebut turut tercermin dari sejumlah kontrak yang ditandatangani selama pameran. Salah satu transaksi terbesar mencakup pesanan tunggal 150 unit mining truck, sementara secara keseluruhan lebih dari 500 unit alat berat dari berbagai jenis dipesan selama penyelenggaraan pameran," ujar Saanjay dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Harga Komponen Naik, Zyrexindo (ZYRX) Merugi Rp 24 Miliar di Semester I-2026

Menurut dia, capaian tersebut menjadi salah satu catatan penting bagi SANY Group Indonesia di pasar Indonesia. Kondisi ini juga menunjukkan aktivitas pengadaan yang cukup signifikan di tengah perkembangan industri pertambangan dan konstruksi nasional.

Selain membukukan pesanan, SANY memanfaatkan pameran tersebut untuk memperkenalkan sejumlah alat berat berbasis energi baru. Perusahaan melihat elektrifikasi mulai menjadi salah satu bagian dari perkembangan teknologi di sektor pertambangan.

SANY menampilkan sejumlah peralatan untuk mendukung berbagai tahapan operasional pertambangan, mulai dari penggalian, pemuatan hingga pengangkutan material. Produk yang ditampilkan antara lain excavator kelas 100 ton, mining truck kelas 100 ton, wheel loader listrik, heavy-duty truck listrik murni, serta dump truck listrik.

Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah SE588, heavy-duty truck listrik murni dengan gross combination weight (GCW) hingga 120 ton untuk single trailer dan 220 ton untuk double trailer. Waktu pengisian daya kendaraan tersebut sekitar 75 menit.

Sementara itu, SYZ445C-8REEV memiliki kapasitas angkut hingga 45 ton dengan waktu pengisian sekitar 50 menit. Produk tersebut menjadi teknologi range extended electric vehicle (REEV) pertama SANY Group Indonesia yang masuk ke pasar Indonesia dan ditujukan untuk area yang memiliki keterbatasan sumber listrik.

Saanjay mengatakan, SANY secara bertahap mendorong transformasi menuju industri pertambangan rendah karbon melalui peralihan alat berat dari teknologi hibrida menuju elektrifikasi.

Baca Juga: Kementerian ESDM Tegaskan RKAB Bayan Resources Rampung, Tepis Rumor Akuisisi

"Visi SANY Group Indonesia adalah mendorong transformasi menuju industri pertambangan rendah karbon melalui penggunaan alat berat yang secara bertahap beralih dari hybrid menuju electric, didukung charging infrastructure, energi rendah karbon, digital fleet management, dan SDM berkompetensi high-voltage electrical," katanya.

Selain alat berat listrik, SANY juga menampilkan genset DEUTZ sebagai salah satu solusi pendukung pasokan daya untuk kebutuhan konstruksi dan operasional.

SANY menyebut teknologi elektrifikasi juga berpotensi memberikan efisiensi biaya operasional. Berdasarkan klaim perusahaan, penerapan teknologi tersebut berpotensi menekan biaya operasional hingga 60% dan biaya perawatan hingga 50%.

Ke depan, SANY Group Indonesia melihat perkembangan alat berat berbasis elektrifikasi akan turut dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, rantai pasok, serta karakteristik masing-masing lokasi tambang.

Perusahaan pun berencana terus mengembangkan produk berbasis elektrifikasi dan teknologi cerdas sekaligus memperkuat rantai pasok serta jaringan layanan lokal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia.

Dengan demikian, pengembangan alat berat berbasis energi baru tidak hanya menyasar aspek pengurangan emisi, tetapi juga efisiensi operasional dan kebutuhan produktivitas di sektor pertambangan dan konstruksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News