Tren harga emas menanti pertemuan The Fed



Tren harga emas menanti pertemuan The Fed

JAKARTA. Pergerakan harga emas saat ini masih minim dukungan. Pertemuan The Fed pada pekan depan akan menjadi penentu tren harga emas berikutnya.

Mengutip Bloomberg, Kamis (26/1) pukul 19.00 WIB, harga emas kontrak pengiriman April 2017 di Commodity Exchange melemah 0,48% ke level US$ 1.192,1 per ons troi dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, emas tergerus 1,02%.


Nanang Wahyudin, analis PT Finex Berjangka mengatakan, harga emas sulit menguat tajam. "Level psikologis ada di US$ 1.250 per ons troi. Untuk melanjutkan penguatan, emas harus didukung oleh faktor yang cukup signifikan," paparnya.

Penguatan harga emas pada pertengahan tahun 2016 mendapat dukungan dari kekhawatiran global akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Tahun ini, pasar dikhawatirkan oleh adanya proses hard Brexit. Tetapi hard Brexit bisa dihindari jika parlemen Inggris belum memberikan dukungan.

Dalam jangka pendek, pelaku pasar akan mencermati data penting dari AS, seperti klaim pengangguran mingguan serta pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2016 yang akan dirilis pekan ini.

Klaim pengangguran AS diprediksi naik ke angka 247.000 dari sebelumnya 234.000. Sedangkan pertumbuhan ekonomi diperkirakan turun ke angka 2,1% dari sebelumnya 3,5%.

Lalu pada tanggal 2 Februari mendatang, The Fed akan mengumumkan tingkat suku bunga serta memberi pandangan mengenai kebijakan ekonominya. Suku bunga The Fed diprediksi akan tetap di level 0,75%. Tetapi pasar menanti pernyataan The Fed, terutama terkait prospek kenaikan suku bunga tahun ini.

"Pada kuartal pertama, emas akan bergerak di kisaran US$ 1.150 - US$ 1.250 per ons troi. Tren pergerakan harga akan tergantung dari pernyataan The Fed di pertemuan pekan depan," kata Nanang.

(Untuk mengetahui harga emas dan berita emas terbaru, silakan follow page di FB: Harga Emas dan Berita Emas Terbaru)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie