Tren Makan Tabungan Bisa Pengaruhi Minat Masyarakat terhadap Layanan Gadai



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) menyebut, tren masyarakat yang mulai menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat memengaruhi minat masyarakat terhadap layanan gadai. Terutama, ketika kebutuhan dana meningkat, sedangkan pendapatan atau tabungan yang tersedia terbatas.

"Dalam kondisi tersebut, gadai dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh dana tunai dengan tetap mempertahankan kepemilikan atas asetnya," ujar Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Namun, Budiarto melihat, fenomena itu tidak serta-merta menjadi satu-satunya faktor yang menentukan peningkatan transaksi gadai. Sebab, minat gadai juga dipengaruhi oleh kebutuhan dana, kondisi ekonomi, karakteristik nasabah, serta kemudahan akses terhadap layanan pergadaian.


Baca Juga: Penempatan Dana SAL Rp 200 Triliun di Perbankan Diperpanjang Sampai Juli 2027

Budiarto menerangkan nilai penyaluran pembiayaan gadai di Budi Gadai meningkat 23,9% secara Year on Year (YoY) hingga Agustus 2026. Namun, ia tak mengungkap nilai penyaluran pembiayaan Budi Gadai tersebut.

Ia hanya mengatakan peningkatan itu menunjukkan bahwa minat dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai masih cukup baik.

Terkait barang jaminan, Budiarto menyebut barang jaminan yang paling banyak digadaikan nasabah masih didominasi kategori elektronik, kendaraan, dan lainnya. Sementara itu, emas dan perhiasan juga tetap menjadi salah satu jenis barang jaminan yang cukup diminati.

Melihat dari sisi kebutuhan, kata Budiarto, masyarakat umumnya menggadaikan barang untuk memenuhi kebutuhan dana dalam jangka pendek. Kebutuhannya cukup beragam, mulai dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari, biaya pendidikan, biaya kesehatan, membayar tagihan atau kewajiban yang harus segera diselesaikan, sampai kebutuhan mendesak yang lain. 

Baca Juga: Laba Empat Bank Besar Tumbuh 10%, Tapi Margin Bank Mulai Tertekan Biaya Dana

Selain itu, cukup banyak juga nasabah yang menggunakan dana dari gadai untuk menambah modal usaha atau membantu kebutuhan operasional usaha.

"Jadi, penggunaan dana gadai tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat digunakan untuk kebutuhan produktif seperti usaha," ungkapnya.

Budiarto menerangkan setiap nasabah tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga tujuan penggunaan dana yang diperoleh dari gadai juga cukup beragam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News