JAKARTA. Laju ekonomi Indonesia masih labil dan masih dalam tren melambat. Arah dan pergerakannya cenderung disetir faktor musiman dan tren daya beli, belum ditopang oleh perbaikan fundamental ekonomi yang kuat. Itulah yang tecermin dari hasil sejumlah survei yang digelar Bank Indonesia (BI). Survei BI terbaru, sebagai contoh, menunjukkan indeks penjualan riil (IPR) pada Agustus 2016 turun lebih dalam 6,5% dibanding dengan Juli 2016 yang turun 0,7%. IPR menunjukkan tren penjualan di tingkat eceran. Penurunan indeks tersebut menunjukkan tren penjualan ritel secara umum. "Kontraksi ini disebabkan oleh penurunan penjualan produk sandang -17,8%," ungkap Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI dalam penjelasan resmi secara tertulis, Selasa (11/10).
Tren penurunan ekonomi belum usai
JAKARTA. Laju ekonomi Indonesia masih labil dan masih dalam tren melambat. Arah dan pergerakannya cenderung disetir faktor musiman dan tren daya beli, belum ditopang oleh perbaikan fundamental ekonomi yang kuat. Itulah yang tecermin dari hasil sejumlah survei yang digelar Bank Indonesia (BI). Survei BI terbaru, sebagai contoh, menunjukkan indeks penjualan riil (IPR) pada Agustus 2016 turun lebih dalam 6,5% dibanding dengan Juli 2016 yang turun 0,7%. IPR menunjukkan tren penjualan di tingkat eceran. Penurunan indeks tersebut menunjukkan tren penjualan ritel secara umum. "Kontraksi ini disebabkan oleh penurunan penjualan produk sandang -17,8%," ungkap Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI dalam penjelasan resmi secara tertulis, Selasa (11/10).