KONTAN.CO.ID - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih melanda perusahaan-perusahaan besar dunia. Terbaru, Microsoft mengumumkan akan memangkas sekitar 4.800 karyawan atau sekitar 2,1% dari total tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis. Langkah Microsoft menambah panjang daftar perusahaan global yang mengurangi jumlah karyawan di tengah derasnya investasi pada artificial intelligence (AI).
Microsoft Sebut AI Mengubah Cara Kerja
Dalam memo kepada karyawan, Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengatakan AI mulai mengubah cara pekerjaan dilakukan di perusahaan dengan mengotomatisasi berbagai tugas rutin. Meski demikian, Coleman menegaskan bahwa PHK yang dilakukan Microsoft bukan semata-mata akibat penerapan AI. "AI mengubah cara kita bekerja dengan mengotomatisasi sebagian tugas rutin. Namun, langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyelaraskan kembali sumber daya dan struktur operasional dengan prioritas perusahaan," tulis Coleman, seperti dikutip Reuters pada Senin (6/7/2026). Microsoft menyebut restrukturisasi tersebut mencakup sebagian bisnis komersial dan divisi Xbox. Perusahaan ingin mengalokasikan sumber daya agar lebih sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang, termasuk investasi di bidang AI. Baca Juga: Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Tengah Besarnya Investasi AIDaftar Perusahaan yang PHK Karyawan di Tengah Investasi AI
Sejak Oktober 2025, sejumlah perusahaan global telah mengumumkan PHK yang dikaitkan dengan restrukturisasi, otomatisasi, maupun peningkatan investasi AI. Berikut adalah daftar perusahaan top global yang mengambil langkah ekstrem tersebut:| Perusahaan | Jumlah PHK | Keterangan |
|---|---|---|
| HSBC | 20.000 | Restrukturisasi dan efisiensi berbasis AI |
| Amazon | 16.000 | Efisiensi operasional dan investasi AI |
| Standard Chartered | Lebih dari 7.000 | Restrukturisasi perusahaan |
| HP Inc | 4.000-6.000 | Efisiensi operasional dan peningkatan profit melalui AI |
| British American Tobacco | 5.500 | Restrukturisasi, sebagian pekerjaan dialihkan ke pihak ketiga |
| Mizuho | Hingga 5.000 | Menekan biaya operasional dengan AI |
| Microsoft | 4.800 | Restrukturisasi bisnis komersial dan Xbox |
| Dow | 4.500 | Otomatisasi dan AI |
| Block | Lebih dari 4.000 | Restrukturisasi perusahaan |
| Cisco | Kurang dari 4.000 | Meningkatkan fokus pada AI |
| Intuit | Sekitar 3.000 | Restrukturisasi berbasis AI |
| SEB | Hingga 2.100 | Efisiensi operasional |
| Wisetech | 2.000 | Peningkatan fokus pada AI |
| Allianz | Hingga 1.800 | AI menggantikan sebagian pekerjaan manual |
| Atlassian | 1.600 | Integrasi AI |
| Proximus | 1.200 | Efisiensi jangka panjang |
| Cloudflare | Lebih dari 1.100 | Restrukturisasi untuk AI |
| Meta (Reality Labs) | Lebih dari 1.000 | Mengalihkan fokus dari metaverse ke AI |
| Snap | 1.000 | Percepatan adopsi AI |
| Autodesk | 1.000 | Penyederhanaan operasional |
| Nike | 775 | Transformasi menuju cloud dan AI |
| Telstra | 650 | Otomatisasi proses bisnis |
| Meta (Superintelligence Labs) | 600 | Restrukturisasi divisi AI |
| Freshworks | 500 | Otomatisasi pekerjaan |
| Danske Bank | 420 | Efisiensi melalui AI |
| Meta | Hingga 20% tenaga kerja | Pengalihan sumber daya ke strategi AI |
| Hingga 15% tenaga kerja | Restrukturisasi digital | |
| Agora | Hingga 166 | Ekspansi AI |
| MercadoLibre | 119 | Program produktivitas berbasis AI |
| British American Tobacco | Tidak disebutkan | Program peningkatan produktivitas berbasis AI |