KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Booming-nya pasar Real World Assets (RWA) kripto membuka cara baru bagi investor untuk mengakses aset dunia nyata melalui blockchain. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, muncul tantangan baru, yakni bagaimana memastikan setiap aset tokenisasi benar-benar didukung oleh aset yang diklaim. Maka, kebutuhan akan transparansi pun menjadi semakin penting, seiring berkembangnya ekosistem tokenisasi aset. Seperti diketahui saat ini dari saham dan ETF AS hingga berbagai instrumen keuangan lainnya mulai hadir dalam bentuk token berbasis blockchain, sehingga memperluas akses terhadap berbagai jenis aset yang sebelumnya lebih sulit dijangkau.
Baca Juga: Oki Pulp & Paper Rilis Obligasi Jumbo Rp 3,4 Triliun, Tawarkan Kupon Hingga 10,5% Laporan 'Tokenized Financial Assets: From Pilot to Scale' yang dirilis McKinsey & Company memperkirakan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat mendekati US$ 2 triliun pada 2030, dengan skenario optimistis mencapai sekitar US$ 4 triliun. Sementara itu, data industri juga menunjukkan nilai aset dunia nyata (RWA) yang tercatat secara on-chain telah mencapai puluhan miliar dolar AS pada awal 2026, mencerminkan meningkatnya adopsi tokenisasi di pasar keuangan. CEO Bitget, Gracy Chen, mengatakan transparansi cadangan masih menjadi aspek yang kerap terabaikan dalam pengembangan saham yang ditokenisasi, meski semakin banyak platform mulai menghadirkan produk tersebut. "Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait Proof of Reserves yang transparan," ujar Gracy dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026). Sejalan dengan hal tersebut, Reality, platform penerbitan RWA teregulasi yang didukung Bitget, merilis laporan Proof of Reserves (PoR) yang mencakup seluruh portofolio rToken, termasuk saham AS dan ETF yang ditokenisasi. Cadangan aset dalam laporan tersebut diverifikasi secara independen oleh The Network Firm, sedangkan sekuritas dasarnya disimpan melalui Alpaca Securities LLC, broker-dealer yang terdaftar di FINRA dan dilindungi oleh SIPC. Gracy mengatakan Reality melalui rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di industri kripto yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE
Baca Juga: Perkasa, Rupiah Spot Menguat 0,25% ke Rp 17.903 per Dolar AS pada Selasa (21/7) Siang "Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel," katanya. Penerbitan laporan Proof of Reserves tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi di tengah maraknya tokenisasi RWA. Melalui kustodian teregulasi, verifikasi cadangan independen, dan data penerbitan on-chain, mekanisme tersebut memberikan visibilitas terhadap aset yang mendasari token yang diterbitkan. Hingga saat ini, Reality telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF AS, termasuk SpaceX, Tesla, dan NVIDIA, dengan total aset kelolaan (AUM) melebihi US$ 100 juta. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News