KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Sejumlah perusahaan teknologi besar China akan mengumumkan laporan keuangan pekan ini. Pengumuman kinerja keuangan perusahaan teknologi besar akan memberikan gambaran bagaimana sentimen investor terhadap belanja perusahaan teknologi di sektor akal imitasi (AI). Tencent Holdings Ltd dan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) dijadwalkan merilis kinerja keuangan Rabu (13/8/2026). Sementara JD.com Inc. dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Kamis (14/8/2026). Kinerja perusahaan-perusahaan tersebut akan memberikan gambaran, apakah pasar masih lebih menyukai saham teknologi yang bergerak di bidang internet dan konsumer, atau kembali memilih perusahaan yang bisnisnya bergantung pada permintaan cip.
Sebelum ini, sempat terjadi pergeseran minat investor yang ke arah saham internet dan konsumer, seiring meredanya reli saham AI. Harga saham JD.com dan Alibaba Group Holding Ltd naik tajam sejak awal Juli, setelah sempat tertekan di paruh pertama tahun ini. Sementara saham produsen cip SMIC bergerak sebaliknya.
Baca Juga: Harga Minyak Reli, Keraguan terhadap Kesepakatan AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Analis memperkirakan tren ini masih bisa berlanjut. "Alibaba dan Tencent menawarkan posisi yang sangat berbeda di sektor AI dibandingkan dengan SMIC dan perusahaan semikonduktor lainnya. Investor perlu menentukan pilihan mana yang lebih menarik," tutur Leonid Mironov, Manajer Portofolio Gavekal Capital Ltd, seperti dikutip
Bloomberg, Rabu (13/8/2026). Analis menyatakan prospek profitabilitas perusahaan internet sedang membaik. Menurut proyeksi HSBC Holdings Plc., JD.com berpotensi melaporkan kenaikan laba bersih disesuaikan sebesar 18% secara tahunan menjadi 8,7 miliar yuan, sekitar Rp 23,05 triliun, di kuartal kedua tahun ini. Kenaikan tersebut didukung penyusutan signifikan kerugian bisnis pengiriman makanan di tengah iklim persaingan yang lebih rasional. Meituan juga berpotensi mencetak performa serupa. Analis Citigroup Inc. dalam risetnya menuliskan, Meituan berpotensi melaporkan kinerja yang melampaui perkiraan. Penyebabnya, kerugian menyusut lebih cepat dari dugaan di tengah berkurangnya intensitas pemberian subsidi.
Baca Juga: Australia Tetapkan Aturan Baru Kurir Online, Upah Minimum Rp 394.000 per Jam Di sisi lain, menurut Bloomberg Intelligence, SMIC berpotensi kesulitan mencapai target margin sebesar 20%-22%. Padahal penjualan kuartal kedua diperkirakan tumbuh 14%-16% dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Investor akan mencermati proyeksi kinerja kuartal ketiga untuk melihat tanda-tanda apakah peningkatan margin dan kenaikan harga baru-baru ini dapat bertahan dalam jangka panjang. Para investor juga akan mencermati rencana belanja modal terkait AI setelah terjadinya penurunan harga saham perusahaan pembuat cip, yang sebelumnya sempat melonjak berkat ekspektasi peningkatan belanja oleh perusahaan
hyperscaler asal China. "Jika perusahaan internet mengisyaratkan fase investasi yang lebih intens di tengah prospek yang melambat untuk bisnis inti yang melayani konsumen, saham sektor semikonduktor bisa kembali memimpin pasar, seiring investor mengalihkan fokus mereka pada pertumbuhan infrastruktur AI," kata Gary Tan, Manajer Portofolio Allspring Global Investments.