Tren Short Trip Dorong Lonjakan Wisata Dalam Negeri di Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis online travel agent (OTA) menangkap peluang dari tumbuhnya tren berwisata dalam negeri, terutama seiring ketidakpastian global yang menahan perjalanan internasional bagi sebagian masyarakat.

Platform wisata di Asia, Klook mengaku menguatkan fokus pada pasar wisata domestik Indonesia pada kuartal II-2026 ini. Head of Marketing Klook Indonesia, Christy Olivia menyebut pada kuartal I-2026 ini, pihaknya melihat peningkatan perjalanan domestik yang dinilai dipengaruhi kondisi global.

Klook mencatat sejumlah destinasi domestik seperti Labuan Bajo, Gili, dan Bromo mengalami peningkatan minat wisatawan. Data tersebut dihimpun dari tren perjalanan kuartal I yang juga didukung berbagai event internasional dan festival pariwisata di Indonesia sejak tahun lalu.


Baca Juga: GBK Meraup Pendapatan Rp 812 Miliar, Tertinggi dalam 63 Tahun

Klook mencatat, pada kuartal pertama tahun ini, destinasi ke Gunung Bromo melonjak 124% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, ke Pulau Gili Lombok meningkat 83%, serta ke Labuan Bajo naik 43%.

Dari sisi akomodasi, pemesanan untuk layanan hotel di Bali juga disebut meningkat.

"Pengguna Klook di Indonesia didominasi segmen menengah atas yang cenderung memilih hotel premium dan luxury, terutama di destinasi seperti Bali," ujarnya kepada Kontan usai temu media di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Untuk mengoptimalkan pemesanan ke destinasi, Klook baru-baru ini bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan InJourney dalam bentuk fitur terbaru bertajuk Garuda Indonesia Things To Do di aplikasi FlyGaruda dan situs resmi Garuda Indonesia.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan pemesanan dengan lebih praktis dalam satu platform, mulai dari tiket pesawat hingga wisata dan atraksi.

Senada, PT Global Tiket Network atau Tiket.com selaku OTA juga mencermati peningkatan wisatawan ke kota-kota dalam negeri di kuartal I-2026.

Baca Juga: Penjualan Erajaya (ERAA) Naik 40,9% di Kuartal I, Didominasi Segmen Ponsel & Tablet

Public Relations Senior Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto mengatakan, seiring momentum Ramadan dan Lebaran, beberapa destinasi seperti Jakarta, Surabaya, Padang, Bali, dan Medan menjadi rute yang terbanyak dipesan.

Dari sisi perilaku konsumen, Tiket.com juga mencatat meningkatnya tren pemesanan awal, short trip, serta pemanfaatan promo yang meningkat.

"Data Tiket.com juga menunjukkan mayoritas pemesanan kini dilakukan dalam rentang 4–21 hari sebelum keberangkatan, mencerminkan pola perjalanan yang tidak lagi spontan, melainkan semakin terukur," kata Sandra kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Untuk meningkatkan layanan dan jumlah pemesanan sepanjang tahun, Tiket.com fokus menghadirkan layanan yang memudahkan pengguna baik dari proses booking yang lancar, hingga dukungan refund dan reschedule yang optimal.

Di tengah kenaikan harga avtur yang dapat menahan pemesanan konsumen, Sandra mengungkap Tiket.com melakukan transparansi harga, pilihan yang beragam, serta kemudahan untuk membandingkan opsi yang ada.

"Peran kami di tiket.com bukan dalam menentukan harga, melainkan dalam memastikan konsumen mendapatkan pengalaman terbaik dalam merencanakan perjalanan," tandasnya.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Mulai Berdampak pada Marketing Sales Properti Komersial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News