Tren Wisata Bergeser, Kunjungan Wisatawan RI ke Singapura Capai 2,4 Juta,



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perilaku wisatawan Indonesia dalam menentukan destinasi luar negeri mulai berubah. Wisatawan kini semakin mengandalkan konten digital berbasis pengalaman personal dibanding panduan perjalanan konvensional.

Tren tersebut mendorong Xiaohongshu memperkuat kolaborasi strategis dengan Singapore Tourism Board (STB) untuk menggarap pasar wisata Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Strategy Head Commercial Cross-border Xiaohongshu Lai Sisi mengatakan, konten perjalanan kini berkembang menjadi referensi gaya hidup bagi wisatawan.


Baca Juga: Pemerintah Beri Fuel Surcharge Max 50%, Tiket Pesawat Berpotensi Naik 10%-30%

“Konten yang dibuat kreator di media sosial kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai panduan perjalanan wisata, namun menjadi referensi gaya hidup dan sumber inspirasi berbasiskan pengalaman nyata,” ujar Lai Sisi dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai sekitar 9,16 juta perjalanan sepanjang 2025 atau tumbuh 2,45% dibanding tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, Singapura menjadi salah satu destinasi favorit dengan porsi sekitar 13,4% dari total perjalanan wisata luar negeri masyarakat Indonesia.

Sementara itu, STB mencatat jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai sekitar 2,4 juta orang sepanjang 2025. Indonesia juga tercatat menjadi salah satu pasar wisata terbesar bagi Singapura.

Chief Executive STB Melissa Ow mengatakan, pihaknya terus memperluas konektivitas penerbangan dan promosi wisata untuk menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan Indonesia.

“Kami berupaya membuka konektivitas penerbangan baru dari Palembang dan Belitung, serta berkolaborasi memproduksi konten seperti dengan rumah produksi ternama di Indonesia, MD Entertainment, melalui film Ahlan Singapore yang segera tayang di Netflix,” ujar Melissa.

Menurut Xiaohongshu, Singapura dinilai sesuai dengan preferensi wisatawan Asia karena menawarkan kombinasi hiburan, wisata kuliner, agenda olahraga internasional, hingga layanan wellness premium dengan akses penerbangan yang relatif dekat.

Dalam kerja sama tersebut, Xiaohongshu dan STB akan memanfaatkan data perilaku pengguna untuk memahami pola perjalanan lintas generasi, mulai dari keluarga muda hingga wisatawan premium.

Baca Juga: Harga Avtur Mendaki, INACA Sambut Positif Aturan Baru Fuel Surcharge Maskapai

Xiaohongshu juga menilai masih terdapat peluang besar dari tingginya pencarian informasi wisata yang belum diimbangi ketersediaan konten autentik dan relevan.

Untuk itu, perusahaan menyiapkan strategi pemasaran tiga tahap pada 2026, mulai dari penguatan konten komunitas, memperkuat positioning destinasi, hingga mendorong konversi konsumsi wisata melalui ekosistem digital.

Saat ini Xiaohongshu memiliki sekitar 520.000 kreator konten perjalanan wisata dengan lebih dari 1.000 pengikut yang dinilai berperan besar membentuk tren baru dalam perencanaan perjalanan wisata masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News