TrendAI Perkuat Kapabilitas Data Center Lokal, Bidik Sektor Bank hingga Pemerintah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan keamanan siber TrendAI memperkuat kapabilitas data center lokal di Indonesia untuk mendukung layanan cybersecurity melalui platform TrendAI Vision One bagi pelanggan di dalam negeri.

Country Manager Indonesia TrendAI Fetra Syahbana menjelaskan, kebutuhan menghadirkan kapabilitas lokal tersebut muncul seiring adanya regulasi pemerintah serta kebutuhan pelanggan terkait keamanan dan pengelolaan data di Indonesia.

Dengan dukungan infrastruktur lokal tersebut, TrendAI berharap dapat memberikan layanan kepada lebih banyak pelanggan tanpa hambatan terkait kebutuhan kepatuhan dan pengelolaan data.


Hingga saat ini, kata Fetra, terdapat 11 negara yang telah memiliki kapabilitas data center TrendAI, sementara Indonesia menjadi negara ke-12.

Baca Juga: Kapasitas Data Center Indonesia Berpotensi Tembus 2,4 GW pada 2030

Sebelumnya, sebagian layanan TrendAI masih menggunakan infrastruktur regional di luar Indonesia, termasuk Singapura. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pelanggan yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap lokasi pengelolaan data (data residency), terutama sektor dengan regulasi ketat seperti perbankan dan pemerintahan.

"Kami bukan membangun data center fisik, tetapi kami menghadirkan solusi cybersecurity untuk mendukung para pelanggan yang memanfaatkan solusi kami di Indonesia," ujar Fetra dalam media briefing di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan, penguatan kapabilitas lokal tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan memenuhi kebutuhan keamanan data sekaligus mempercepat implementasi layanan.

Baca Juga: Data Center Indonesia Tumbuh Pesat, AI dan Cloud Jadi Mesin Penggerak

Di sisi lain, TrendAI juga menyoroti perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ancaman seperti deepfake hingga penipuan finansial berbasis AI dinilai menjadi tantangan yang perlu diantisipasi perusahaan di berbagai sektor.

Managing Director Singapore, Indonesia, and the Philippines TrendAI David Ng menjelaskan, investasi yang digelontorkan perusahaan untuk menghadirkan kapabilitas data center lokal tersebut mencapai jutaan dolar Amerika Serikat (AS).

Selain investasi finansial, David mengatakan perusahaan juga mengerahkan berbagai sumber daya internal serta membangun kolaborasi dengan mitra teknologi untuk mendukung pengembangan layanan tersebut.

"Kami juga melibatkan seluruh ekosistem yang mendukung. Salah satunya adalah hubungan kerja sama kami dengan AWS dan Microsoft sebagai bagian dari infrastruktur," ungkap David.

Meski tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) diproyeksikan tidak langsung terlihat dalam waktu dekat, David meyakini langkah tersebut akan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan, terutama di industri dengan sensitivitas data yang tinggi.

"Yang kami lihat bukan hanya angka investasi tersebut, melainkan komitmen jangka panjang," imbuh David.

Sebagai informasi, TrendAI Vision One merupakan platform keamanan siber berbasis AI yang mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari keamanan endpoint, cloud, data, email, identitas, jaringan, hingga manajemen risiko siber dalam satu ekosistem.

Baca Juga: Permintaan Infrastruktur Kecerdasan Buatan Naik, Persaingan Data Center Kian Ketat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News