TRGU Sukses Mengubah Rugi Jadi Laba di Tahun 2022



KONTAN.CO.ID - PT Cerestar Indonesia Tbk, produsen tepung olahan gandum yang baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode TRGU pada bulan Juli tahun lalu ini, langsung meraih kinerja cemerlang pada tahun 2022.

Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih Rp 49,69 miliar, membalikkan dari posisi rugi Rp15,54 miliar pada tahun 2021. Perolehan laba bersih tersebut mencapai hampir 2,5 kali lipat dari target yang ditetapkan Perseroan sebesar Rp20 miliar.

“Kita sangat bersyukur, bahwa Perseroan bisa melewati tahun 2022 yang penuh tantangan dengan kinerja yang gemilang. Tahun 2022 menjadi tahun yang sangat penting, karena merupakan tahun pertama TRGU berada di Bursa Efek Indonesia," kata Direktur Utama Cerestar Indonesia, Indra Irawan.


Perseroan yang merupakan bagian dari produsen tepung terigu terbesar ke dua dibawah Cerestar group ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,61 triliun pada tahun 2022, naik 6% dari Rp3,42 triliun pada periode tahun 2021. Sementara beban pokok penjualan meningkat 4% dari Rp3,15 triliun menjadi Rp3,28 triliun.

Pendapatan Perseroan tersebut diperoleh dari hasil penjualan produk tepung terigu untuk konsumsi manusia dengan merek Dragonfly, Falcon, Seagull, dan Bakerstar, serta produk bahan pakan ternak dengan merek Starfish, Manta, dan Elang Biru.

Meskipun kenaikan laju inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah di tahun 2022 telah meningkatkan beban biaya seperti kenaikan beban penjualan dan distribusi, beban keuangan, serta harus menanggung rugi selisih kurs, tetapi dengan peningkatan pendapatan yang diraih serta keberhasilan langkah efisiensi yang dilakukan telah membuat Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang signifikan.

Melalui langkah efisiensi yang dilakukan, TRGU berhasil menurunkan biaya umum dan administrasi dari Rp167,84 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp117,37 miliar pada tahun 2022.

Pada akhir tahun 2022, total aset Perseroan tercatat meningkat signifikan menjadi Rp3,53 triliun dari posisi akhir tahun 2021 yang sebesar Rp1,98 triliun. Adapun aset lancar tercatat Rp2,33 triliun, naik dari Rp848,89 miliar.

Ekuitas Perseroan pada akhir 2022 tercatat sebesar Rp1,03 triliun, meningkat dari Rp670,76 miliar pada akhir 2021. Sementara total liabilitas tercatat sebesar Rp2,50 triliun, meningkat dari Rp1,31 triliun. Adapun liabilitas jangka pendek tercatat Rp 2,41 triliun, naik dari Rp1,20 triliun.

Pada saat IPO tahun lalu, Perseroan berhasil meraih dana segar Rp 315 miliar dimana sebanyak 46,67% telah digunakan untuk membeli mesin baru guna meningkatkan kapasitas produksi anak perusahaan yaitu PT Harvestar Flour Mills (HFM) sebesar 600 MT/hari.

Selebihnya, sebanyak 20% telah digunakan untuk membeli tanah di Kawasan Industri Gresik sebagai tambahan fasilitas penunjang HFM, dan 33,33% telah digunakan untuk pembangunan fasilitas gudang dan pengepakan dari anak perusahaan PT Agristar Grain Industry (AGY) yang berlokasi di Cilegon yang diharapkan dapat mulai beroperasi pada awal kuartal II tahun ini.

Tentang Cerestar Indonesia

Cerestar Group, perusahaan induk dari PT Cerestar Indonesia (TRGU) memulai bisnis produksi tepung terigu pada tahun 2007. Cerestar Group, dimana didalamnya terdapat Cerestar Indonesia, saat ini menguasai 12,65% pangsa pasar tepung terigu di Indonesia. Grup usaha ini dimulai dengan pendirian perusahaan investasi asing bernama PT Cerestar Flour Mills pada tahun 2007, disusul pendirian PT Harvestar Flour Mills pada tahun 2013. Setelah mengakuisisi PT Agri First Indonesia pada tahun 2018, kelompok usaha ini mendirikan PT Cerestar Indonesia Tbk pada tanggal 10 Agustus 2020, yang khusus disiapkan untuk menjadi perusahaan terbuka.

PT Cerestar Indonesia Tbk sukses melaksanakan penawaran perdana saham dan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sampai 48,43 kali, dari 1,5 miliar saham yang ditawarkan atau 18,88% dari jumlah seluruh modal disetor Perseroan setelah IPO. Perseroan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juli 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti