TRI Ikutan Cicipi Pasar BlackBerry



JAKARTA. Setelah mendengungkan niat untuk masuk ke pasar BlackBerry sejak pertengahan tahun lalu, akhirnya operator GSM 3 (Tri) merealisasikan rencana tersebut hari ini, Selasa (22/2). Meski terbilang terlambat dibanding operator GSM maupun CDMA lainnya, rupanya Tri tak kuasa juga menahan godaan pasar BlackBerry yang terus membesar di Indonesia. "Hutchison sangat antusias dengan perkembangan telekomunikasi di Indonesia, khususnya dengan populasi yang demikian besar," kata Manjot Mann, Presiden Direktur Tri, PT Hutchison CP Telecommunication, Senin (22/2). Tri Sesungguhnya terbilang terlambat bermain di pasar BlackBerry. Selain Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, beberapa operator GSM baru seperti Axis sudah terlebih dahulu bermain di pasar smartphone ini. "Soalnya kami perlu memastikan semua kapasitas bandwith, back-end, serta coverage area mampu memenuhi kebutuhan pelanggan baru," cetus Suresh Reddy, Chief Commercial Officer Tri. Meski tak mau menyebutkan angka kapasitas jaringan BlackBerry yang didapatkan dari Research In Motion (RIM) selaku produsen handset dan jaringan BlackBerry, Suresh menyebutkan bahwa pihaknya memenuhi syarat sesuai ketetapan minimal yang diberikan RIM. Artinya, kuat kemungkinan kapasitasnya berkisar 50 MB. Masih jauh di bawah operator-operator besar yang telah masuk pasar BlackBerry terlebih dahulu yang kapasitasnya kini berkisar 110 MB. Wajar, sebagai pemain yang belakangan masuk, tri kemudian berusaha menarik perhatian pasar dengan memberi harga langganan yang diklaim sebagai yang paling murah. "Kami menawarkan paket langganan Rp 88.000 sebulan," imbuh Surresh. Sayang, Suresh enggan menyebutkan strategi yang dilakukan Tri sehingga bisa memberikan tarif di bawah harga pasar yang rata-rata diatas Rp 100.000 sebulan. "Yang jelas kami melakukan efisiensi dan didukung infrastruktur yang memang ditujukan untuk memberikan layanan termurah," kata Suresh. Dengan total pelanggan sekitar 7,3 juta orang, Tri optimis pelanggannya bisa terus bertambah khususnya lewat penambahan pengguna BlackBerry di Indonesia. "Kami tak patok jumlah terget tertentu, namun kami akan fokus pada peningkatan kualitas agar pasar bisa meningkat seiring membaiknya layanan," cetus Suresh. Hingga kuartal III 2009 lalu, Tri telah memiliki 7.600 BTS (Base Transceiver Station/BTS) di seluruh Indonesia. Selain itu, operator berloga angka tiga ini juga akan menggarap pasar di Indonesia bagian timur. "Kami antusias dengan kerjasama RIM dengan Tri di Indonesia dengan pilihan kebutuhan berlangganan untuk perseorangan maupun profesional," ujar Gregory Wade, Managing Director Southeast Asia-RIM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News