JAKARTA. Menyusul berakhirnya kontrak Triangle Energy Limited, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum kunjung menyetujui permintaan Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk mengelola Blok Pase.ESDM saat ini lebih memilih memperpanjang penugasan Traingle untuk mengelola sementara di blok tersebut. Ini artinya, Triagle mendapat perpanjangan tiga kali dalam mengelola Blok Pase. Perpanjangan pertama, terjadi Agustus 2013 sampai Februari 2014. Perpanjangan kedua dari Februari 2014 sampai 24 Agustus 2014. Perpanjangan ketiga, sejak 24 Agustus 2014 sampai 24 Februari 2015. Jika merunut kontrak, Triangle Energy mestinya sudah selesai mengelola blok itu sejak 2012 lalu. Tapi dengan alasan agar produksi gas di Blok Pase yang sebanyak 80,5 juta kaki kubik per hari tidak berhenti, ESDM memperpanjang pengelolaan blok tersebut untuk kali ketiga.
Triagle Energy kembali mengoperasikan Blok Pase
JAKARTA. Menyusul berakhirnya kontrak Triangle Energy Limited, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum kunjung menyetujui permintaan Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk mengelola Blok Pase.ESDM saat ini lebih memilih memperpanjang penugasan Traingle untuk mengelola sementara di blok tersebut. Ini artinya, Triagle mendapat perpanjangan tiga kali dalam mengelola Blok Pase. Perpanjangan pertama, terjadi Agustus 2013 sampai Februari 2014. Perpanjangan kedua dari Februari 2014 sampai 24 Agustus 2014. Perpanjangan ketiga, sejak 24 Agustus 2014 sampai 24 Februari 2015. Jika merunut kontrak, Triangle Energy mestinya sudah selesai mengelola blok itu sejak 2012 lalu. Tapi dengan alasan agar produksi gas di Blok Pase yang sebanyak 80,5 juta kaki kubik per hari tidak berhenti, ESDM memperpanjang pengelolaan blok tersebut untuk kali ketiga.