JAKARTA. Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, bank sentral sedang mengalami trilema kebijakan, di antaranya menjaga stabilitas moneter untuk stabilitas harga, menjaga stabilitas nilai tukar, dan stabilitas sistem keuangan. Menurutnya ini menjadi tantangan dalam menghadapi perekonomian global. Darmin bilang, negara berkembang seperti Indonesia ini menyiasati trilema itu dengan memilih berada di tengah-tegah atau middle ground solution. "Dengan pergerakan nilai tukar yang terkendali, dan pada saat yang bersamaan tetap berupaya menjaga stabilitas harga dan stabilitas sistem keuangan," kata Darmin Nasution, dari rilis yang diterima KONTAN, Rabu (2/3) Menghadapi trilema itu, tak hanya cukup dengan instrumen kebijakan moneter namun perlu juga instrumen kebijakan lain, sehingga bank sentral merumuskan bauran instrumen kebijakan moneter, makroprudensial, dan fleksibilitas nilai tukar secara terkendali.
Trilema kebijakan bank sentral Indonesia
JAKARTA. Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, bank sentral sedang mengalami trilema kebijakan, di antaranya menjaga stabilitas moneter untuk stabilitas harga, menjaga stabilitas nilai tukar, dan stabilitas sistem keuangan. Menurutnya ini menjadi tantangan dalam menghadapi perekonomian global. Darmin bilang, negara berkembang seperti Indonesia ini menyiasati trilema itu dengan memilih berada di tengah-tegah atau middle ground solution. "Dengan pergerakan nilai tukar yang terkendali, dan pada saat yang bersamaan tetap berupaya menjaga stabilitas harga dan stabilitas sistem keuangan," kata Darmin Nasution, dari rilis yang diterima KONTAN, Rabu (2/3) Menghadapi trilema itu, tak hanya cukup dengan instrumen kebijakan moneter namun perlu juga instrumen kebijakan lain, sehingga bank sentral merumuskan bauran instrumen kebijakan moneter, makroprudensial, dan fleksibilitas nilai tukar secara terkendali.