Trimegah Bangun Persada (NCKL) Raih Pendapatan Rp 17,10 Triliun pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Dalam laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan dari kontrak dengan pelanggan NCKL tumbuh 21,28% year on year (yoy) menjadi Rp 17,10 triliun pada semester I-2026. Sedangkan pada semester I-2025, emiten ini mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 14,10 triliun. Bila ditelusuri pendapatan NCKL dari segmen pengolahan nikel turun 6,03% yoy menjadi Rp 10,43 triliun pada semester I-2026, dari sebelumnya Rp 11,10 triliun. Sebaliknya, pendapatan dari segmen penambangan nikel meningkat 122,33% yoy menjadi Rp 6,67 triliun pada semester I-2026, dari sebelumnya Rp 3 triliun. NCKL turut mengalami kenaikan beban pokok penjualan sebesar 37,65% yoy menjadi Rp 12,87 triliun pada semester I-2026, dibandingkan periode sebelumnya Rp 9,35 triliun. Hasil itu membuat laba bruto NCKL terkoreksi 10,97% yoy menjadi Rp 4,22 triliun pada semester I-2026, dari periode sebelumnya Rp 4,74 triliun.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Pilihan di Tengah Prospek Penguatan IHSG & Indeks Kompas100 Di sisi lain, NCKL memperoleh bagian atas laba entitas asosiasi sebesar Rp 3,36 triliun pada semester I-2026, lebih tinggi 79,68% yoy dibandingkan capaian semester I-2025 yakni Rp 1,87 triliun. NCKL pun meraih kenaikan laba sebelum pajak penghasilan sebesar 23,21% yoy dari Rp 5,73 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp 7,06 triliun pada semester I-2026. Hingga akhir semester I-2026, NCKL mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,81 triliun. Angka ini tumbuh 41,71% yoy dibandingkan laba bersih periode sebelumnya yaitu Rp 4,10 triliun.

 
NCKL Chart by TradingView

NCKL memiliki total aset sebanyak Rp 70,99 triliun pada akhir semester I-2026. Total aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp 18,14 triliun dan ekuitas sebesar Rp 52,84 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News