KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) menyiapkan ekspansi jaringan bioskop untuk menangkap pertumbuhan industri perfilman nasional. Perseroan menargetkan penambahan sekitar empat lokasi bioskop pada 2026, meski dua lokasi di antaranya berpotensi bergeser ke tahun depan. Pendiri sekaligus Presiden Direktur RAAM, Ram Jethmal Punjabi mengatakan, perusahaan telah membuka bioskop baru di Batu Licin, Kalimantan Selatan, yang menjadi pembukaan kedua pada tahun ini. “Bioskop kan kita baru buka. Minggu yang lalu di Batu Licin. Kita juga nggak bisa buka 10 gedung langsung. Perlu bertahap,” ujar Ram dalam wawancara dengan Kontan, Rabu (7/10/2026).
Dengan demikian, masih terdapat dua lokasi yang direncanakan untuk penambahan jaringan bioskop. Namun, Ram mengatakan realisasi dua lokasi tersebut kemungkinan masuk ke 2027 karena perusahaan masih mempertimbangkan ketersediaan lahan dan kesesuaian lokasi. “Mungkin akan masuk ke tahun depan. Itu perlu lahannya yang cocok. Misalnya mau di Sudirman atau mau di Tanah Abang,” katanya.
Baca Juga: Tripar Multivision (RAAM) Ekspansi Platinum Cineplex di Kota Tier-2 dan Tier-3 Menurut Ram, ekspansi bioskop tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan investasi. Perusahaan juga mempertimbangkan jumlah penduduk, pendapatan per kapita serta kemampuan masyarakat di suatu wilayah dalam memenuhi kebutuhan hiburan. “Ya tentu dihitung penduduknya berapa, income per capita-nya berapa, apakah mereka sudah cukup membiayai kebutuhan pokok lainnya,” ujar Ram. Dari sisi investasi, Ram menyebut kebutuhan pembangunan bioskop bergantung pada jumlah layar. Untuk satu lokasi dengan empat layar, kebutuhan investasi dapat mencapai sekitar Rp 10 miliar. Sementara itu, kebutuhan investasi per layar berada di kisaran Rp 2,5 miliar hingga Rp 4 miliar. “Per layar itu Rp 2,5 sampai Rp 4 miliar,” katanya. Namun, Ram tidak menyebutkan total alokasi belanja modal RAAM untuk ekspansi bioskop tahun ini dan mengarahkan pertanyaan tersebut kepada pihak yang menangani bisnis bioskop. Ekspansi jaringan bioskop dilakukan di tengah peningkatan produksi film nasional. Ram mengatakan RAAM mempertahankan rencana produksi sekitar delapan hingga 11 film per tahun. Untuk 2026, perusahaan telah menyelesaikan produksi delapan film. Dua film berikutnya dijadwalkan beredar pada 5 November dan 26 November, sementara satu film berikutnya dijadwalkan tayang pada 7 Januari.
Baca Juga: Kinerja Tripar Multivision (RAAM) Membaik di Semester I-2026, Pendapatan Tumbuh 14,7% “Ini tahun sudah delapan. Tinggal dua akan beredar tanggal 5 November dan 26 November. Selanjutnya akan diedarkan di bulan Januari tanggal 7,” ujar Ram. Menurut Ram, produksi film masih dapat ditingkatkan. Namun, keterbatasan layar bioskop menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan volume produksi. Ia menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 10.000 layar bioskop, sementara jumlah yang tersedia saat ini baru sekitar 2.600 layar. “Produksinya banyak. Layar bioskopnya sedikit. Jadi dia mentok,” katanya. Ram menilai pertumbuhan produksi film saat ini lebih cepat dibandingkan penambahan jaringan bioskop. Karena itu, pembangunan bioskop membutuhkan perencanaan yang matang, terutama terkait ketersediaan lahan. “Planning boleh aja. Kayak satu tahun empat lokasi. Mungkin planning itu ada di semua pemain bioskop. Tapi belum tentu terlaksana,” ujarnya. Menurut Ram, kondisi tersebut membuat ekspansi jaringan bioskop menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku industri. Ia melihat pasar Indonesia masih memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa. Namun, pengembangan industri tetap membutuhkan tambahan infrastruktur bioskop untuk mengimbangi pertumbuhan produksi film.
“Peluang untuk investor masuk di bidang ini besar sekali,” kata Ram. Di sisi RAAM, ekspansi bioskop akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan lokasi dan potensi pasar. Perusahaan juga tetap menjaga produksi film di kisaran delapan hingga 11 judul per tahun di tengah keterbatasan jumlah layar.
Baca Juga: RAAM Siapkan Rights Issue, Dana untuk Produksi Film dan Ekspansi Bioskop Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News