Trisula Textile bidik Rp 45 miliar dari IPO



KONTAN.CO.ID - Perusahaan tekstil PT Trisula Textile Industries bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam initial public offering (IPO) ini, Trisula Textile akan melepas maksimal 300 juta saham atau 20,69% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Nilai nominal saham IPO tersebut Rp 100. Lalu, harga penawaran ditetapkan di rentang Rp 140 hingga Rp 150 per saham. Sehingga, Trisula Textile membidik dana IPO Rp 42 miliar hingga Rp 45 miliar dalam aksi korporasi itu.

Wientoro Prasetyo, Direktur Utama PT Lotus Andalan Sekuritas, yang menjadi penjamin emisi efek, mengatakan, harga IPO tersebut mencerminkan valuasi price earning ratio (PER) 9,8 kali hingga 10,5 kali.


Perusahaan yang memiliki pabrik di Cimahi, Bandung, Jawa Barat, ini mengalokasikan 70% dana IPO atau Rp 31,5 miliar untuk membeli mesin-mesin baru bagi proses produksi. Sementara sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja.

Pembelian mesin produksi akan dilakukan pada tahun ini dan tahun depan. "Tahun ini kami akan membeli 12 unit mesin," ujar Nurwulan Kusumawati, Direktur Trisula, di Jakarta, Rabu (6/9).

Untuk membeli mesin, Trisula Textile menganggarkan belanja modal (capex) 2017 Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar. Lalu, pada tahun depan, perusahaan ini juga akan membeli mesin dengan jumlah yang sama.

Namun di tahun ini, Trisula Textile hanya membidik target konservatif. Pendapatan perusahaan di akhir 2017 diproyeksi sebesar Rp 420 miliar, hanya naik 0,92% dari tahun 2016 Rp 416,16 miliar. Lalu, laba bersihnya diprediksi sebesar Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar. "Pertumbuhan sampai lima tahun ke depan antara 5%-7%," ujar Nurwulan.

Hingga kuartal I-2017, Trisula Textile membukukan pendapatan per Rp 111,34 miliar dengan laba usaha Rp 6,8 miliar. Lalu, nilai asetnya sebesar Rp 414,02 miliar.

Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama Trisula Textile, mengatakan, sebagian besar penjualan perusahaan masih banyak dipasarkan untuk kebutuhan dalam negeri. Tapi saat ini, Trisula Textile ingin meningkatkan penjualan ekspor.

Maklum, konstribusi penjualan ekspor masih kecil. Angkanya hanya sekitar 7%-8% dari total penjualan. Ia menargetkan, porsi penjualan ekspor bisa naik menjadi 20%-30%. Pasar ekspor Trisula tersebar di Jepang, Amerika, Amerika Selatan, Timur Tengah, Australia dan Vietnam.

Saat ini, Trisula Textile mengelola tiga merek besar. Untuk penjualan lokal, perusahaan memiliki merek Bellini. Lalu untuk pasar ekspor, perusahaan memiliki merek Caterina. Sementara itu untuk produk seragam, merek yang dimiliki adalah Mido Uniform.

Rencananya, Trisula Textile akan mencatatkan saham di BEI pada 28 September 2017 mendatang. Masa penawaran awal dimulai pada 5-7 September 2017. Lalu, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 15 September. Sedangkan masa penawaran akan dilakukan pada 19-22 September 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini