KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan mengajak CEO Citigroup, Jane Fraser, dalam lawatannya ke China pekan depan. Kabar tersebut diungkap langsung oleh Fraser saat wawancara dengan
CNBC. Ia mengatakan hubungan antara Amerika Serikat dan China tetap menjadi faktor penting bagi ekonomi global. “Saya berencana pergi minggu depan, dan saya pikir sangat penting untuk melihat adanya keterlibatan antara dua pemerintahan dari dua ekonomi terpenting di dunia,” kata Fraser, seperti dikutip
Reuters pada Jumat (8/5/2026).
Selain menjadi pemimpin salah satu bank terbesar dunia, Jane Fraser juga figur berpengaruh di Wall Street yang memiliki jaringan kuat di sektor keuangan global.
Baca Juga: CEO Baru BP Siap Restrukturisasi Besar Juni 2026, Rombak Unit Gas dan Energi Hijau Siapa Jane Fraser?
Jane Fraser lahir di Skotlandia pada 1967 dan menempuh pendidikan di University of Cambridge sebelum melanjutkan MBA di Harvard Business School. Karier profesionalnya dimulai di firma konsultan McKinsey & Company. Selama lebih dari satu dekade, Fraser menangani berbagai sektor bisnis global hingga akhirnya menjadi partner. Ia kemudian bergabung dengan Citigroup pada 2004 dan perlahan naik ke jajaran elite perusahaan. Fraser pernah memimpin bisnis
consumer banking, divisi Amerika Latin, hingga unit investasi dan
wealth management Citi. Namanya mulai menjadi sorotan besar ketika pada 2021 ia resmi menjadi perempuan pertama yang memimpin bank besar Wall Street setelah ditunjuk sebagai CEO Citigroup. Di bawah kepemimpinannya, Citi menjalankan restrukturisasi besar-besaran. Fraser memangkas lapisan manajemen, memperkuat sistem pengawasan risiko, dan menyederhanakan bisnis perusahaan agar lebih efisien. Langkah tersebut membuat Fraser dikenal sebagai salah satu eksekutif paling berpengaruh di industri perbankan global saat ini.
Baca Juga: AirAsia Borong 150 Airbus A220, Ini Sosok Tony Fernandes di Balik Modernisasi AirAsia Kedekatan dengan Trump
Meski dikenal lebih fokus pada dunia bisnis dibanding politik, Fraser beberapa kali terlibat dalam forum ekonomi bersama pemerintahan Trump. Reuters sebelumnya melaporkan Trump sempat bertemu dengan sejumlah CEO bank besar Amerika Serikat, termasuk Fraser, untuk membahas isu ekonomi nasional dan sektor keuangan. Hubungan kerja itu kini terlihat semakin jelas lewat rencana keterlibatan Fraser dalam agenda kunjungan Trump ke China. Bagi pemerintahan Trump, membawa tokoh Wall Street seperti Jane Fraser dapat menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat tetap ingin menjaga hubungan ekonomi strategis dengan China. Keikutsertaannya dalam lawatan Trump ke China juga dinilai bukan sekadar simbolis. Kehadiran Fraser mencerminkan besarnya kepentingan sektor keuangan AS terhadap hubungan ekonomi Washington dan Beijing.
Baca Juga: Top 5 perempuan Terkaya di Asia Awal 2026: Perintis atau Pewaris? Tabel 1. Profil Singkat Jane Fraser (CEO Citigroup)
| Aspek | Keterangan |
| Nama | Jane Fraser |
| Tahun lahir | 1967 |
| Tempat lahir | Skotlandia |
| Pendidikan | University of Cambridge |
| Pendidikan lanjutan | MBA Harvard Business School |
| Karier awal | McKinsey & Company (hingga menjadi partner) |
| Bergabung dengan Citigroup | 2004 |
| Jabatan penting di Citi | Consumer Banking, Latin America, Wealth Management, Investment Unit |
| Menjadi CEO Citigroup | 2021 |
| Pencapaian penting | Perempuan pertama memimpin bank besar Wall Street |
Tabel 2. Rekam Jejak Karier Jane Fraser di Citigroup
| Tahun/Periode | Posisi/Peran | Catatan Penting |
| 2004 | Masuk Citigroup | Memulai karier di internal Citi |
| 2000-an akhir | Pimpinan unit bisnis regional | Fokus pada ekspansi & penguatan bisnis |
| 2010-an | Pimpinan Consumer Banking & Latin America | Memperkuat operasi konsumer |
| Menjelang 2021 | Wealth Management & Investment Unit | Memimpin lini bisnis bernilai tinggi |
| 2021–sekarang | CEO Citigroup | Memimpin restrukturisasi besar-besaran |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News