Trump Ancam Bombardir Iran hingga Balik ke Zaman Batu, Harga Emas Merosot



KONTAN.CO.ID - Harga emas turun pada Kamis (2/4/2026) seiring menguatnya dolar AS dan melonjaknya harga minyak. Kondisi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan terus melancarkan serangan ke Iran. Pernyataan itu memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga akan tetap tinggi atau bahkan naik.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 2,2% menjadi US$ 4.651,35 per ons pada pukul 13.30 EDT (17.30 GMT), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup turun 2,8% ke level US$ 4.679,70.

Dolar AS melonjak tajam, sehingga emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.


“Pasar saat ini sangat fokus pada komentar Trump, yang sejauh ini tidak memberi tanda-tanda akan ada penyelesaian cepat terhadap situasi energi,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Ia menambahkan, kondisi ini menekan harga emas dan perak karena peluang pemangkasan suku bunga menjadi lebih kecil.

Trump dalam pidato televisinya menyatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran. Namun ia tidak memberikan jadwal jelas kapan perang yang sudah berlangsung sebulan itu akan berakhir, dan bahkan berjanji akan membombardir Iran hingga kembali ke “Zaman Batu”.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 11%, Ancaman Keras Trump Soal Iran Jadi Pemicunya

Harga minyak naik setelah pernyataan Trump. Kenaikan harga energi biasanya ikut mendorong inflasi secara lebih luas, sehingga mengurangi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia ini cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Harga emas spot tercatat sudah turun 12% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada 28 Februari.

Sentimen pasar juga tertekan oleh kabar bahwa cadangan emas bank sentral Turki turun 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pekan lalu. Penurunan total dalam dua minggu terakhir mencapai lebih dari 118 ton, ketika otoritas berupaya meredam dampak gejolak pasar akibat perang.

Di Asia, emas diperdagangkan dengan premi di India untuk pertama kalinya dalam dua bulan karena harga yang lebih rendah mendorong permintaan. Sementara itu, premi di China sedikit turun karena pembeli menunggu koreksi harga yang lebih dalam.

Tonton: Iran Siap Damai, AS Segera Tarik Pasukan! Konflik Timur Tengah Bisa Berakhir?

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 3,7% menjadi US$ 72,38. Platinum naik 0,9% ke US$ 1.981,95 dan palladium naik 1,9% ke US$ 1.497,00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News