KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (28/1/2026) mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan dan membuat kesepakatan terkait program nuklirnya. Trump memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih dahsyat jika Teheran tidak merespons ajakan tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Virus Nipah? Fakta Penting Usai Muncul Kasus di India “Semoga Iran segera ‘datang ke meja perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara tanpa senjata nuklir yang baik bagi semua pihak. Waktu semakin menipis, ini benar-benar mendesak,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial. Presiden dari Partai Republik itu juga mengingatkan bahwa peringatan terakhirnya kepada Iran berujung pada serangan militer. “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk. Jangan sampai itu terjadi lagi,” tulis Trump, seraya menambahkan bahwa armada militer AS lainnya disebut tengah bergerak menuju kawasan dekat Iran. Trump sebelumnya menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir multinasional 2015 dengan Iran yang dikenal sebagai
Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada masa jabatan pertamanya di Gedung Putih. Langkah tersebut kala itu memicu ketegangan berkepanjangan antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: Amazon Pecat 16.000 Pekerja Kantoran, Lengkapi PHK 30.000 Sejak Oktober Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan dirinya tidak melakukan kontak dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dalam beberapa hari terakhir dan tidak ada permintaan perundingan yang diajukan pihak Iran. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh media pemerintah Iran pada Rabu. Ketegangan terbaru ini kembali menyoroti rapuhnya upaya diplomasi antara AS dan Iran, di tengah kekhawatiran internasional atas potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta masa depan program nuklir Iran.