Trump ancam kenakan tarif baru ke China, peluang pemangkasan bunga The Fed terbuka



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Langkah mengejutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (1/8) yang menyatakan akan memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang impor China seakan melempar bola panas ke Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih dari yang diharapkan guna melindungi ekonomi AS dari risiko kebijakan perdagangan.

Mengutip Reuters, Jumat (2/8) dalam serangkaian cuitannya, Trump mengatakan akan mengenakan tarif 10% untuk barang-barang impor dari China senilai US$ 300 miliar mulai 1 September 2019, dan menyatakan ia tidak puas dengan negosiasi perdagangan antara kedua negara.

Baca Juga: Trump ancam kenakan tarif baru mulai 1 September, perang dagang AS-China memanas


Sekitar US$ 250 miliar barang impor dari China sudah dikenakan tarif sebesar 25% yang bertujuan menekan China untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Cuitan Trump membuat pasar saham jatuh dan imbal hasil obligasi pemerintah jatuh ke level terendah dalam hampir tiga tahun.

Namun, pada penutupan perdagangan Kamis (1/8) pasar telah mengembalikan harapan penuh bahwa Fed perlu melonggarkan kebijakan lebih banyak.

"Pengumuman hari ini meningkatkan risiko bahwa The Fed memangkas suku bunga lebih dari 75 basis poin (bps) secara total tahun ini," jelas Ekonom senior Deutsche Bank AS Brett Ryan dalam risetnya.

Baca Juga: The Fed pangkas suku bunga, tapi tak memberi sinyal penurunan dalam jangka panjang

Kebijakan perdagangan Trump yang agresif dan kadang-kadang tidak dapat diprediksi sudah menjadi inti argumen yang diajukan Powell untuk menurunkan suku bunga pada Rabu (31/7) lalu dan disetujui oleh Federal Open Market Committee (FOMC) dengan suara 8-2.

Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tarif yang ada dan kebijakan perdagangan Trump lainnya memiliki efek dingin pada sentimen bisnis dan investasi, kata Powell. Lemahnya pertumbuhan global dan inflasi yang rendah juga menjadi faktor dalam keputusan penurunan suku bunga.

Namun Powell mengatakan, pemotongan itu sebagai jaminan, dan menyebutkan penyesuaian tengah siklus, bukan awal dari siklus pemangkasan suku bunga.

Saat ini dipertanyakan, apakah Fed masih dapat berpegang pada rencana tersebut. 

Jika masalah perdagangan memperuncing perang dagang, analis DRW Holdings Lou Brien mengatakan, "Setiap pemangkasan bunga The Fed lebih lanjut tidak akan lagi dianggap penyesuaian di tengah jalan sepanjang mereka dianggap sebagai kebutuhan untuk mencegah resesi."

Para trader bertaruh tarif baru membuat siklus pemangkasan tarif lebih lama lebih mungkin.

"Kata kuncinya adalah ketidakpastian," jelas Richard Bernstein, Kepala Eksekutif Richard Bernstein Advisors New York seperti dikutip Reuters.

"Tindakan ketidakpastian seperti pengetatan The Fed ini meningkatkan premi risiko dan menghambat aktivitas."

Editor: Herlina Kartika Dewi