Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe di Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (13/7/2026) menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Gunung Pickaxe di Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran terkait program nuklir dan eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Dalam wawancara di acara Hugh Hewitt Show, Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan terus melancarkan serangan terhadap Iran.

"Kami akan menghancurkan Gunung Pickaxe. Sampaikan kepada Iran agar bersiap," kata Trump.


Trump menambahkan bahwa pemerintah AS terus memantau aktivitas di lokasi tersebut dan menilai situasi program nuklir Iran semakin tertekan.

"Kami mengawasi Gunung Pickaxe dengan sangat ketat. Kami tidak melihat adanya aktivitas di sana. Situasi nuklir mereka tidak berjalan baik. Setiap kali kami mendengar kabar tentang hal itu, kami menghancurkannya. Karena itu, mereka tidak suka membicarakannya. Namun, kemungkinan besar kami akan segera mengambil tindakan terhadap Pickaxe," ujar Trump.

Baca Juga: Pendapatan Trading Melejit, Laba Goldman Sachs Naik Tajam pada Kuartal II

Gunung Pickaxe terletak di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Lokasi tersebut merupakan kawasan yang dijaga sangat ketat dan memiliki dua kompleks terowongan bawah tanah yang dibangun jauh di dalam pegunungan.

Sejumlah pakar menilai kompleks tersebut berada di luar jangkauan bom penghancur bunker paling kuat yang dimiliki militer Amerika Serikat.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman kapal Iran di kawasan Teluk. Washington, menurut Trump, akan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dengan imbalan biaya tertentu.

Baca Juga: The Fed Mungkin Naikkan Suku Bunga dalam Waktu Dekat

Pernyataan itu muncul setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone yang memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras malam ini dan kami akan menyerang mereka lagi besok. Dan tidak ada satu pun yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Ancaman terbaru dari Trump terhadap Iran menandai peningkatan tensi geopolitik di kawasan, terutama terkait keamanan jalur pelayaran internasional dan perkembangan program nuklir Teheran.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia, yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk.