KONTAN.CO.ID - DALLAS/WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran dengan menyebut Washington dapat menyerang Pickaxe Mountain, lokasi yang berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Trump meminta Teheran berhati-hati setelah AS mendeteksi adanya aktivitas di kawasan tersebut. Ia bahkan memperingatkan Iran bahwa Amerika Serikat dapat melancarkan serangan dengan kekuatan besar. "Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak macam-macam karena kami harus menghantam mereka dengan sangat keras," kata Trump dalam pidatonya pada konvensi Partai Republik menjelang pemilihan umum sela AS.
Pickaxe Mountain berada sekitar 220 kilometer (140 mil) di sebelah selatan Teheran dan hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari kompleks Natanz. Lokasi tersebut merupakan fasilitas yang diperkuat dengan dua kompleks terowongan yang dibangun jauh di bawah permukaan tanah.
Baca Juga: Bursa Asia Tertekan, Harga Minyak Tembus US$100 dan Picu Inflasi Trump telah melontarkan ancaman untuk menyerang Pickaxe Mountain setidaknya sejak pertengahan Juli. Pernyataan terbaru tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Harga minyak dan gas jadi perhatian Trump
Konflik AS-Israel dengan Iran juga memberikan tekanan terhadap harga minyak dan gas. Kenaikan harga energi akibat perang tersebut menjadi salah satu persoalan utama bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan umum sela AS yang dijadwalkan berlangsung pada November. AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Serangkaian serangan AS dan Israel terhadap Iran serta serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi. Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa perang akan segera berakhir setelah pemilihan umum sela. Ia menuduh Teheran berupaya memengaruhi pemilu yang akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas Kongres AS.
Fasilitas Natanz dan Pickaxe Mountain
Kompleks Natanz menjadi salah satu fasilitas utama program nuklir Iran. Dua fasilitas pengayaan uranium Iran berada di kawasan tersebut dan sebelumnya menjadi sasaran serangan militer. Fasilitas Natanz diserang pada Maret dalam rangkaian operasi militer AS-Israel terhadap Iran. Israel juga pernah menyerang Natanz dalam perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Nvidia Berencana Melakukan Perluasan Besar-besaran Kapasitas Pusat Data di Australia Namun, fasilitas terowongan yang sedang dibangun di bawah Pickaxe Mountain tidak menjadi sasaran dalam kedua perang tersebut. Hal itu berdasarkan keterangan Institute for Science and International Security, lembaga kajian berbasis di AS yang berfokus pada isu nonproliferasi nuklir. Pickaxe Mountain dinilai memiliki arti strategis karena struktur bawah tanahnya dapat memberikan perlindungan terhadap fasilitas yang berada di dalamnya. Kondisi tersebut membuat lokasi itu menjadi salah satu titik yang menjadi perhatian dalam konflik terkait program nuklir Iran.
Trump klaim melemahkan kemampuan nuklir Iran
Trump sebelumnya menyebut pelemahan kemampuan nuklir Iran sebagai salah satu tujuan utama perang. Pemerintah Iran sendiri menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki senjata nuklir dan menyatakan program pengayaan uranium ditujukan untuk kepentingan damai. Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki senjata nuklir. Sementara itu, Israel secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara bersenjata nuklir di Timur Tengah, meskipun pemerintah Israel tidak pernah secara terbuka mengonfirmasi maupun menyangkal kepemilikan senjata nuklir tersebut.