KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/PARIS. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor 200% pada anggur dan sampanye asal Prancis. Tarif ini akan diberlakukan kalau Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak bergabung dalam
Board of Peace yang dicanangkan Trump. "Saya akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanyenya, dan dia akan bergabung, tetapi dia tidak harus bergabung," kata Trump, seperti dikutip
Reuters, Selasa (20/1/2026). Sekadar info,
Board of Peace atawa Dewan Perdamaian, adalah inisiatif Trump untuk menyelesaikan konflik global. Setelah terbentuk, target Trump, dewan ini akan menangani Gaza dan kemudian meluas untuk menangani konflik lain.
Baca Juga: Dewan Perdamaian Trump: China Terima Undangan, Akankah Bergabung? Sebuah draf piagam yang dikirim ke sekitar 60 negara oleh pemerintahan AS menyerukan agar negara yang bergabung menyumbangkan US$ 1 miliar dalam bentuk tunai jika ingin keanggotaan berlangsung lebih dari tiga tahun.
Reuters melaporkan, mengutip sumber, Macron bermaksud menolak untuk bergabung. Maklum saja, Dewan Perdamaian yang digagas Trump ini memiliki fungsi yang mirip dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Macron dijadwalkan hadir di World Economic Forum di Davos pada Selasa (20/1/2026). Sementara Trump baru tiba Rabu (21/1/2026). Menurut para ajudan di Kepresidenan Prancis, Macron tidak berencana memperpanjang masa tinggalnya di Davos.
Baca Juga: Trump Teken Perintah Eksekutif: Hukuman Penjara Setahun bagi Pembakar Bendera AS Anggur dan minuman keras yang diekspor ke Amerika Serikat dari Uni Eropa saat ini menghadapi tarif 15%. Sebelum ini, Prancis gencar melobi AS agar tarif tersebut bisa turun jadi nol bagi Prancis. Amerika Serikat adalah pasar terbesar untuk anggur dan minuman keras Prancis. Pengiriman ke AS mencapai € 3,8 miliar pada 2024. "Fakta bahwa kita mendapatkan lebih banyak ancaman akan membuat industri ini lebih sulit untuk diinvestasikan, dan akan membuat perusahaan lebih sulit untuk membuat keputusan investasi," kata Laurence Whyatt, Kepala Riset Minuman Eropa di Barclays, dikutip
Reuters.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif 100% untuk Chip Impor, Kecuali Diproduksi di AS Harga saham konglomerat produsen barang mewah LVMH, yang juga induk dari sejumlah produsen sampanye besar, termasuk Moet & Chandon, turun pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Gabriel Picard, Ketua Lobi Ekspor Anggur dan Minuman Keras Prancis atawa The Fédération des Exportateurs de Vins & Spiritueux de France (FEVS) mengatakan kepada
Reuters, sebelum ancaman baru tersebut, industri minuman anggur di Prancis telah mengalami penurunan aktivitas di AS sebesar 20%-25% pada paruh kedua tahun lalu akibat kebijakan AS. Seorang ajudan Macron mengatakan, Istana Elysee mencatat pernyataan Trump. Pihak Prancis menekankan ancaman tarif untuk memengaruhi kebijakan luar negeri pihak ketiga tidak dapat diterima.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif 25% untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran Eropa sedang mempertimbangkan balasan tarif mereka sendiri sebesar € 93 miliar, juga penggunaan Instrumen Anti-Koersi, untuk membalas ancaman kenaikan tarif terhadap sekelompok negara Eropa atas Greenland.
"Ini brutal, ini dirancang untuk menghancurkan kita, ini adalah alat untuk pemerasan. Semua ini keterlaluan," kata Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard kepada saluran berita
TF1. Dalam serangan lain terhadap pemimpin Prancis, Trump memposting pesan pribadi dari Macron yang mengatakan ia tidak memahami tindakan Trump terkait Greenland. Trump juga memposting sejumlah pesan lain.