KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS akan “keluar dari Iran cukup cepat” dan bisa kembali melakukan serangan terbatas jika diperlukan, menjelang pidatonya di prime time untuk membahas konflik yang telah memasuki pekan kelima. Dalam wawancara telepon dengan
Reuters, Trump juga mengkritik NATO karena menurutnya aliansi itu tidak mendukung tujuan AS di Iran. Ia menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan menarik AS dari NATO.
“Mereka tidak pernah menjadi teman saat kami membutuhkannya. Kami tidak pernah meminta banyak … ini jalan satu arah,” kata Trump pada Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Petinggi The Fed: Kebijakan Moneter AS Tetap Tepat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Rencana Penarikan dan Serangan Terbatas Saat ditanya kapan AS akan menganggap perang di Iran selesai, Trump menjawab, “Saya tidak bisa memberitahu secara pasti … kami akan keluar cukup cepat.” Ia menegaskan bahwa tindakan AS selama ini memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. “Mereka tidak akan punya senjata nuklir karena mereka sekarang tidak mampu, dan setelah itu saya akan pergi, membawa semua orang bersama saya, dan jika perlu, kami akan kembali untuk melakukan serangan terbatas,” ujar Trump. Iran sendiri selalu menyatakan program nuklirnya bersifat damai dan tidak bertujuan mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: Penjualan Ritel AS Tumbuh Solid pada Februari 2026, Tapi Harga BBM Jadi Ancaman Perubahan Rezim di Iran
Trump mengklaim adanya perubahan rezim setelah serangan udara yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. “Kami telah mendapatkan perubahan rezim. Saya menangani peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan karena mereka tidak ingin diserang lagi,” kata Trump. Ia menambahkan, “Saya sebenarnya tidak memerlukan perubahan rezim, tapi kami mendapatkannya karena korban perang. Hal utama adalah mereka tidak akan punya senjata nuklir. Dan mereka juga tidak menginginkannya.” Mengenai uranium yang masih diperkaya oleh Iran, Trump menuturkan, “Itu masih di bawah tanah, saya tidak terlalu peduli. Kami akan selalu memantau melalui satelit.”