Trump: AS akan naikkan tarif impor China jika tidak ada kesepakatan yang dicapai



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor China jika tidak ada kesepakatan dicapai dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang. Hal tersebut dikatakan Presiden AS Donald Trump hari Selasa waktu setempat. 

Berbicara pada pertemuan kabinet di Gedung Putih, Trump mengatakan dia memiliki hubungan yang baik dengan China, mencatat bahwa China "bergerak bersama." Namun, dia mengatakan China harus membuat kesepakatan yang "Saya suka."

Baca Juga: China murka, Senat AS setujui pengesahan UU Hak Asasi Manusia di Hong Kong


"Jika kita tidak membuat kesepakatan dengan China, saya hanya akan menaikkan tarif lebih tinggi," katanya kepada sebuah ruangan yang dipenuhi dengan pejabat senior AS.

Amerika Serikat dan China telah terjebak dalam gelombang tarif yang telah mengguncang pasar keuangan dan mengancam akan menyeret pertumbuhan ekonomi global ke tingkat terendah sejak krisis keuangan 2007-2008.

Harapannya, kesepakatan perdagangan parsial dapat ditandatangani pada pertemuan puncak di Santiago, Chili yang dijadwalkan pertengahan November. Namun, KTT itu dibatalkan di tengah kerusuhan di Chili dan jalan menuju kesepakatan masih belum jelas.

Baca Juga: Bursa Asia memerah dipicu ketidakpastian perundingan dagang dan koreksi harga minyak

Poin penting mencakup bagaimana dan kapan harus mengurangi tarif dan berapa banyak produk pertanian AS yang akan berkomitmen untuk dibeli Tiongkok.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pekan lalu bahwa kedua negara sudah hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang selama 16 bulan, tetapi dia tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang waktu kemungkinan kesepakatan.

Namun, media pemerintah China Xinhua mengatakan "pembicaraan konstruktif" diadakan melalui telepon pada hari Sabtu antara Wakil Perdana Menteri China Liu He, perwakilan perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Editor: Handoyo .