KONTAN.CO.ID - Pada Selasa (21/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan “mengingat” perusahaan yang tidak meminta pengembalian dana atas pembayaran tarif yang ia tetapkan dan kemudian dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung. Pernyataannya ini mengisyaratkan bahwa mereka mungkin akan mendapatkan keuntungan jika menahan diri dari portal refund baru pemerintah AS.
Reuters melaporkan, sehari setelah Bea Cukai AS (U.S. Customs and Border Protection) mulai menerima permohonan refund elektronik dari para importir, Trump mengatakan kepada
CNBC bahwa ia senang mendengar laporan media bahwa Apple, Amazon, dan beberapa perusahaan besar lainnya belum mengajukan permintaan refund. “Bagus sekali jika mereka tidak melakukannya,” kata Trump dalam percakapan telepon dengan pembawa acara CNBC yang disiarkan langsung.
“Kalau mereka tidak melakukannya, saya akan mengingat mereka. Saya akan bilang begitu, karena saya ingin membuat negara ini kuat,” kata presiden dari Partai Republik itu. Isu ini terkait dana sekitar US$ 166 miliar yang telah dipungut pemerintah dari importir AS dalam bentuk tarif yang sebelumnya diberlakukan Trump tahun lalu berdasarkan Undang-Undang tahun 1977 bernama International Emergency Economic Powers Act, yang seharusnya digunakan dalam kondisi darurat nasional. Mahkamah Agung membatalkan tarif tersebut pada Februari, dengan menyatakan Trump melampaui kewenangannya. Trump, yang sebelumnya menggambarkan pembayaran tarif oleh importir AS sebagai tindakan patriotik, pada Selasa tampak menyebut perusahaan-perusahaan yang mengajukan refund sebagai “musuh”. “Dalam banyak kasus, musuh yang mendapatkan uang ini,” kata Trump, tampaknya merujuk pada perusahaan-perusahaan tersebut.
Baca Juga: AS Menyatakan Tidak Memindahkan Sistem Pertahanan dari Korea Selatan ke Timur Tengah “Orang-orang yang membenci Amerika Serikat, kita malah memberikan mereka cek miliaran dolar. Sangat menyedihkan melihat itu,” tambahnya tanpa menyebut perusahaan atau negara asal barang impor. Trump juga mengatakan Mahkamah Agung “bisa membantu” jika mendukung tarif globalnya. Apple, Amazon, Target, dan Walmart belum bergabung dengan perusahaan besar lain seperti Costco, FedEx, dan Mondelez dalam menggugat pemerintah AS untuk mempertahankan hak mereka mendapatkan refund. Namun mereka masih bisa mengajukan permohonan melalui portal CBP bernama CAPE. Beberapa pakar menilai sikap diam sebagian perusahaan ini sebagai upaya menghindari kemarahan Trump. Perwakilan Apple, Amazon, Target, dan Walmart tidak segera merespons permintaan komentar. Permintaan refund mulai masuk Setelah putusan Mahkamah Agung, Hakim Richard Eaton dari Pengadilan Perdagangan Internasional AS di New York memerintahkan pemerintah untuk mengembalikan tarif yang telah dibayar importir. Untuk menjalankan perintah itu, CBP membuat sistem otomatis CAPE untuk menerima dan memproses refund. Sistem ini diluncurkan Senin dan berjalan relatif lancar. Namun pada Selasa, Hakim Eaton mengeluarkan penangguhan sementara atas perintahnya, meminta CBP menyerahkan laporan perkembangan sistem refund sebelum 28 April. Penangguhan itu dikeluarkan setelah perusahaan penjamin bea cukai mengajukan keberatan hukum agar mereka juga bisa mengajukan refund untuk importir yang gagal membayar atau bangkrut. Sistem refund tidak dirancang untuk mencakup pihak penjamin tersebut.
Tonton: Forbes Sebut Rupiah Masuk 5 Terlemah di Dunia Portal tetap menerima pengajuan refund pada Selasa meskipun ada penangguhan, menurut Lynlee Brown dari EY. Pembayaran refund diperkirakan tidak akan dilakukan sebelum 60–90 hari setelah permohonan diterima CBP. CBP belum memberikan komentar. Hakim Eaton juga memberi tenggat 7 Juni bagi pemerintahan Trump untuk mengajukan banding. Banding dapat mengganggu proses pembayaran. Seorang eksekutif pajak mengatakan ia terkejut Trump tidak menghentikan proses refund.
Ia memperkirakan Apple dan perusahaan besar lain pada akhirnya tetap akan mengajukan refund karena jumlahnya sangat besar. Tarif baru Trump mengatakan tarif alternatif yang sedang disiapkan pemerintah di bawah Section 301 Trade Act 1974 mungkin menghasilkan pendapatan lebih besar, tetapi lebih rumit karena membutuhkan investigasi dan proses publik. Tarif baru ini diperkirakan belum berlaku hingga Juli. “Jadi kita lakukan dengan cara berbeda. Hasilnya akan sama, bahkan mungkin lebih besar, tapi sedikit lebih rumit,” kata Trump.