KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Amerika Serikat berencana menindak jaringan yang membantu perempuan hamil melakukan kecurangan dalam aplikasi visa untuk melahirkan di Amerika Serikat demi mendapatkan kewarganegaraan bagi bayi mereka yang lahir di AS. Dalam sebuah email internal yang dikirim pada Kamis dan ditinjau Reuters, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) memerintahkan agen investigasi di seluruh negara untuk memfokuskan perhatian pada inisiatif baru bernama “Birth Tourism Initiative”. Operasi ini bertujuan membongkar jaringan yang membantu warga negara asing hamil datang ke AS untuk melahirkan agar anak mereka memperoleh kewarganegaraan. Pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mulai menjabat pada Januari 2025, telah meluncurkan kebijakan ketat untuk menekan imigrasi legal maupun ilegal. Isu “birth tourism” atau wisata kelahiran juga dijadikan alasan untuk mendorong pembatasan hak kewarganegaraan otomatis bagi anak yang lahir di wilayah Amerika Serikat.
Trump Bakal Tindak Jaringan Birth Tourism Demi Dapat Kewarganegaraan AS
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Amerika Serikat berencana menindak jaringan yang membantu perempuan hamil melakukan kecurangan dalam aplikasi visa untuk melahirkan di Amerika Serikat demi mendapatkan kewarganegaraan bagi bayi mereka yang lahir di AS. Dalam sebuah email internal yang dikirim pada Kamis dan ditinjau Reuters, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) memerintahkan agen investigasi di seluruh negara untuk memfokuskan perhatian pada inisiatif baru bernama “Birth Tourism Initiative”. Operasi ini bertujuan membongkar jaringan yang membantu warga negara asing hamil datang ke AS untuk melahirkan agar anak mereka memperoleh kewarganegaraan. Pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mulai menjabat pada Januari 2025, telah meluncurkan kebijakan ketat untuk menekan imigrasi legal maupun ilegal. Isu “birth tourism” atau wisata kelahiran juga dijadikan alasan untuk mendorong pembatasan hak kewarganegaraan otomatis bagi anak yang lahir di wilayah Amerika Serikat.
TAG: