Trump Berharap Perang Iran Segera Berakhir



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap perang melawan Iran akan segera berakhir, sementara sebuah laporan media secara terpisah menyebutkan bahwa ia diperkirakan akan bertemu dengan para pemimpin negara Teluk di sela-sela Sidang Umum PBB untuk membahas konflik tersebut.

Mengutip Reuters, Kamis (17/9/2026), komentar Trump muncul saat perang Iran telah memasuki bulan ketujuh tanpa tanda-tanda akan segera berakhir.

Axios melaporkan pada Rabu malam bahwa pertemuan Trump dengan para pemimpin Teluk pekan depan di New York diperkirakan akan berfokus pada rencana AS terkait strategi pasca perang.


Laporan tersebut mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya. Laporan itu menambahkan bahwa Trump akan bertemu dengan para pemimpin atau menteri luar negeri dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC): Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman.

Baca Juga: Trump Bertemu Xi Jinping, Sekutu AS Khawatir Taiwan Jadi Alat Tawar

Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar.

"Yah, semoga kita sudah mendekati akhir perang," ujar Trump kepada para wartawan sebelumnya pada malam itu.

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti," katanya mengenai Iran, menegaskan kembali komentar-komentar sebelumnya. Trump juga mengatakan bahwa ia telah mendengar kabar dari Iran "secara langsung," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Trump telah menyampaikan tujuan dan jadwal yang berubah-ubah terkait perang yang dimulai pada 28 Februari, ketika AS dan Israel menyerang Iran dan Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.

Baca Juga: Selamatkan AirAsia, Malaysia Jajaki Pembicaraan Dengan Malaysia Airlines & Batik Air

Trump menyebut pelemahan kemampuan nuklir Iran sebagai salah satu tujuan perangnya. Iran tidak memiliki senjata nuklir dan menyatakan bahwa program pengayaan uraniumnya ditujukan untuk tujuan damai. AS sendiri merupakan negara pemilik senjata nuklir.

Kenaikan harga minyak dan gas akibat perang AS-Israel melawan Iran telah menjadi isu utama bagi Partai Republik yang dipimpin Trump menjelang pemilihan umum paruh waktu bulan November.