Trump bersumpah akan menyelamatkan industri minyak AS



KONTAN.CO.ID - DUBAI. Presiden AS Donald Trump bersumpah pada hari Selasa untuk menyelamatkan industri minyak AS. Pada saat yang sama, produsen OPEC mengadakan pembicaraan krisis "virtual" di tengah berlanjutnya volatilitas di pasar minyak mentah global.

Ketika para pemimpin OPEC mencoba memetakan jalan ke depan, Arab Saudi berjanji melakukan setiap upaya untuk memulihkan stabilitas. "Kerajaan terus memonitor situasi di pasar minyak dan bersiap untuk mengambil tindakan tambahan apa pun dalam kerja sama dengan OPEC + dan produsen lainnya," kata seorang juru bicara Arab Saudi seperti yang dikutip oleh Arab News.

Seperti yang diketahui, pasar minyak mengalami penurunan rekor pada hari Senin. Minyak mentah Brent, harga minyak patokan Timur Tengah, jatuh ke level US$ 17,50 per barel, level terendah selama dua dekade, sebelum pulih ke level US$ 24.


Baca Juga: Harga minyak kembali tertekan

Adapun harga minyak West Texas Intermediate, harga acuan Amerika, diperdagangkan pada harga negatif US$ 40 untuk pengiriman Mei, naik kembali ke wilayah positif dengan harga lebih dari US$ 10 per barel. Namun, hal yang  mengkhawatirkan bagi produsen AS, harga minyak WTI untuk pengiriman Juni turun 43% menjadi US$ 11,50 per barel.

Sumber dari industri minyak Saudi membisikkan bahwa OPEC akan membahas pemotongan produksi lebih lanjut di atas pengurangan bersejarah lebih dari seminggu yang lalu. Akan tetapi mereka mungkin diimplementasikan lebih awal pada bulan Mei.

Baca Juga: Harga minyak berjangka WTI kembali positif, analis tetap perkirakan minyak bearish

Rusia tidak ikut serta dalam pembicaraan hari Selasa. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan "tidak perlu mendramatisir" penurunan harga minyak Amerika.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie