Trump Bicara Lewat Telepon dengan Putin Selama 1,5 Jam, Ini yang Dibahas



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Rabu (29/4/2026) bahwa ia membahas kemungkinan gencatan senjata dalam perang Ukraina yang sudah berlangsung empat tahun, dalam percakapan via telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mengutip Reuters, Trump menyampaikan pernyataan tersebut setelah Kremlin melaporkan kedua pemimpin membahas rencana gencatan senjata sementara di Ukraina untuk memperingati ulang tahun berakhirnya Perang Dunia II bulan depan.

“Kami melakukan pembicaraan yang bagus, saya sudah mengenalnya sejak lama,” kata Trump.


Percakapan telepon terakhir yang dilaporkan secara terbuka antara keduanya terjadi pada 9 Maret, meski Trump mengindikasikan mereka sering berbicara secara rutin.

Trump, berbicara kepada wartawan saat bertemu para astronot misi Artemis II di Ruang Oval, mengatakan bahwa ia mengusulkan “gencatan senjata kecil” dalam perang Ukraina saat berbicara dengan Putin.

“Dan saya pikir dia mungkin akan melakukan itu,” kata Trump, sebelum menanyakan kepada wartawan apakah Putin sudah mengumumkan gencatan senjata tersebut.

Putin tahun lalu pernah mengumumkan gencatan senjata serupa yang berlangsung selama tiga hari, namun tidak disepakati oleh Kyiv.

Trump diketahui memiliki riwayat memberi komentar positif tentang Putin dan kerap mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy karena tidak menyetujui kesepakatan dengan Rusia untuk mengakhiri perang.

Baca Juga: Trump Pamer “No More Mr Nice Guy”, Iran Ancam Serangan Militer Besar

Putin Tawarkan Bantuan Soal Uranium Iran

Trump juga mengatakan Putin menawarkan bantuan terkait isu uranium Iran yang diperkaya, yang menjadi hambatan utama dalam kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran.

Namun Trump mengatakan ia lebih memilih Putin terlibat dalam upaya mengakhiri perang Ukraina.

“Saya bilang, saya jauh lebih suka Anda terlibat untuk mengakhiri perang Ukraina,” ujar Trump.

“Saya bilang, sebelum Anda membantu saya, saya ingin mengakhiri perang Anda,” tambah Trump.

Ajudan Kremlin Yuri Ushakov tidak menyampaikan secara rinci proposal Putin mengenai Iran. Namun Rusia sebelumnya pernah menawarkan untuk membawa uranium yang diperkaya keluar dari Iran.

Tonton: Raudah, Taman Surga Tempat Suci Ziarah Makam Nabi

Ushakov mengatakan Putin mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina selama perayaan 9 Mei untuk memperingati peran Uni Soviet dalam kekalahan Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Ia menambahkan Trump merespons positif.

Ushakov juga mengatakan bahwa dalam pembicaraan yang disebut bersahabat dan bernuansa bisnis, yang berlangsung lebih dari 1,5 jam, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina sudah dekat.